Kamis, 23 Jul 2026 16:18 WIB

Densus 88 Polri Sebut Media Sosial Jadi Sarana Penyebaran Radikalisme

Densus 88 Polri mengamankan seorang terduga teroris di Jatim (Foto: Dok. jatimnow.com)
Densus 88 Polri mengamankan seorang terduga teroris di Jatim (Foto: Dok. jatimnow.com)

jatimnow.com - Media sosial (medsos) merupakan sarana yang subur bagi penyebaran radikalisme, intoleransansi dan terorisme di Indonesia.

Hal ini disampaikan analis utama Intelijen Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, Brigjen Pol Ibnu Suhaendra.

Baca Juga: Polri dan Kepolisian China Tukar Buronan, 3 WNA dengan 1 WNI Pelaku Penipuan

"Medsos dapat mengubah karakter seseorang dalam waktu singkat," kata Ibnu dalam Diskusi Kebangsaan Bertajuk Peranan Medsos dalam Mengarusutamakan Pancasila di Jakarta Selatan, Jumat (28/5/2021).

"Kami kerap merasa khawatir dengan medsos yang sering dimanfaatkan untuk penyebaran radikalisme, intoleransi dan terorisme," tambahnya.

Menurut dia, seseorang dengan mudah menemukan ajaran-ajaran tentang panduan bom bunuh diri atau mati syahid serta ajaran radikal lain di medsos.

Ibnu mengatakan di Indonesia ada satu keluarga yang rela untuk jadi pelaku bom bunuh diri karena mengikuti kajian-kajian di medsos, seperti yang terjadi di Surabaya dan Makassar.

Hal senada disampaikan Budayawan yang juga sebagai staf khusus Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Benny Susatyoyang mengaku prihatin dengan kondisi penggunaan medsos di Tanah Air.

Menurut Romo Benny, tantangan individu masyarakat Indonesia saat ini adalah menjaga martabat bangsa dengan menjaga Pancasila di ranah medsos.

"Kalau menjalankan Pancasila berarti kita menjalankan agama yang benar. Kita harus menjadikan medsos sarana membangun," ungkap Romo Benny.

Baca Juga: Viral Video Oknum Anggota Polres Jember Diduga Nyabu, Ini Penjelasan Wakapolres

Romo Benny menyayangkan saat ini, medsos sering menjadi sarana penghancuran toleransi bangsa. Salah satu upaya melawannya adalah menjadikan medsos sarana menebarkan kebaikan.

Romo menambahkan pentingnya mengarusutamakan Pancasila dalam sistem pendidikan nasional karena ini menjadi kebutuhan dasar bagi anak-anak bangsa merajut keindonesiaan.

Pengamat politik, Sebastian Salang, menyebutkan perlu ada sinergitas untuk membangun ruang publik terhadap toleransi dan Pancasila di medsos. Di Indonesia, kata dia, medsos sudah jadi alat pembelah bangsa. Ini berdasarkan analisis data perilaku pengguna medsos.

Perkembangan teknologi informasi (IT) tidak hanya memberi efek positif, tapi memberi efek negatif luar biasa.

"Revolusi IT luar biasa seperti berjalan dengan kecepatan cahaya sehingga perilaku kita berubah. Kalau tidak siap mengadaptasi diri repot," ujar dia.

Baca Juga: Tiga Warga Sidotopo Jadi Korban Dugaan Perampasan dan Penganiayaan Saat HUT Persebaya

Sebastian menambahkan berbicara Pancasila, medsos punya potensi untuk dikembangkan, tapi harus membangun sinergi menggunakan medsos untuk merebut ruang publik mengembangkan nilai-nilai Pancasila.

 

Lihat Artikel Asli

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.