Sabtu, 06 Jun 2026 10:51 WIB

Ramadan Berbagi

Kisah Mbah Satimah dan Becak Tua Peninggalan Suami Tercinta

Mbah Satimah mendorong becak tua peninggalan suami tercinta untuk berdagang keliling kampung (Foto-foto: Fajar Mujianto/jatimnow.com)
Mbah Satimah mendorong becak tua peninggalan suami tercinta untuk berdagang keliling kampung (Foto-foto: Fajar Mujianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Di usianya yang sudah 78 tahun, Satimah justru memilih hidup sendiri di tempat kos Wonocolo Gang 8, Surabaya. Hanya becak peninggalan almarhum suami yang kini setia menemaninya.

Mbah Satimah telah menjadi janda selama satu tahun lebih. Itu setelah suaminya meninggal dunia, karena kecelakaan kerja.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Suami mpun kapundut, jatuh pas proyekan. (Suami sudah meninggal, jatuh saat kerja di proyek)," ujar Mbah Satimah saat ditemui jatimnow.com, Minggu (9/5/2021).

Sehari-hari, Mbah Satimah berjualan pepes, gorengan hingga botok keliling kampung. Hal itu ia lakoni sudah hampir puluhan tahun, hingga nyaris lupa. Kini dia harus mengayuh dan mendorong becak berisi barang dagangan itu sendirian.

Mbah Satimah mendorong becak tua peninggalan suami tercinta untuk berdagang keliling kampungMbah Satimah mendorong becak tua peninggalan suami tercinta untuk berdagang keliling kampung

Jika dagangannya ludes terjual, pendapatan bersih Mbah Satimah bisa mencapai Rp 20 hingga 50 ribu sekali dagang.

"Semuanya dua ribuan, botok tahu tempe, godhong kates, sambukan, kalau bersih ya kadang-kadang dapat dua puluh ribu sampek lima puluh ribu," tutur dia.

Wajah Mbah Satimah tampak sumringah setelah mendapat santunan dari Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Pertiwi Ayu Krishna melalui program ramadan berbagi jatimnow.com.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Reporter jatimnow.com memberikan santuan dari Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Pertiwi Ayu Krishna kepada Mbah SatimahReporter jatimnow.com memberikan santuan dari Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Pertiwi Ayu Krishna kepada Mbah Satimah

Di momen ramadan seperti sekarang, Mbah Satimah mulai menjajakan dagangannya sore hari, sekitar pukul 15.00 hingga 18.00 Wib. Meski harus keliling berdagang, dia mengaku masih tetap berpuasa.

"Mulai jam tiga atau jam empat. Pulang kadang jam enam sampek jam delapan. Muter teng (ke) Margorejo Indah, perumahan, teng cino-cino niku (di rumah-rumah warga Tionghoa itu)," tambah dia.

Dalam perkawinannya, Mbah Satimah dikarunia empat orang anak yang kesemuanya telah berkeluarga. Anak-anaknya tinggal cukup dekat dengannya, masih dalam satu kawasan. Dua orang dikawasan Bendul Merisi dan satu orang di Jemursari.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Mbah Satimah mengayuh becak tua peninggalan suami tercinta untuk berdagang keliling kampungMbah Satimah mengayuh becak tua peninggalan suami tercinta untuk berdagang keliling kampung

Meski demikian, Mbah Satimah mengaku tidak ingin membebani putra-putrinya. Dia lebih memilih indekos dan bekerja sendiri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Mboten enak kalihan mantu. (Tidak enak sama menantu)," jelasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.