Rabu, 22 Jul 2026 00:49 WIB

Ramadan Berbagi

Kisah Mbah Satimah dan Becak Tua Peninggalan Suami Tercinta

Mbah Satimah mendorong becak tua peninggalan suami tercinta untuk berdagang keliling kampung (Foto-foto: Fajar Mujianto/jatimnow.com)
Mbah Satimah mendorong becak tua peninggalan suami tercinta untuk berdagang keliling kampung (Foto-foto: Fajar Mujianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Di usianya yang sudah 78 tahun, Satimah justru memilih hidup sendiri di tempat kos Wonocolo Gang 8, Surabaya. Hanya becak peninggalan almarhum suami yang kini setia menemaninya.

Mbah Satimah telah menjadi janda selama satu tahun lebih. Itu setelah suaminya meninggal dunia, karena kecelakaan kerja.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Suami mpun kapundut, jatuh pas proyekan. (Suami sudah meninggal, jatuh saat kerja di proyek)," ujar Mbah Satimah saat ditemui jatimnow.com, Minggu (9/5/2021).

Sehari-hari, Mbah Satimah berjualan pepes, gorengan hingga botok keliling kampung. Hal itu ia lakoni sudah hampir puluhan tahun, hingga nyaris lupa. Kini dia harus mengayuh dan mendorong becak berisi barang dagangan itu sendirian.

Mbah Satimah mendorong becak tua peninggalan suami tercinta untuk berdagang keliling kampungMbah Satimah mendorong becak tua peninggalan suami tercinta untuk berdagang keliling kampung

Jika dagangannya ludes terjual, pendapatan bersih Mbah Satimah bisa mencapai Rp 20 hingga 50 ribu sekali dagang.

"Semuanya dua ribuan, botok tahu tempe, godhong kates, sambukan, kalau bersih ya kadang-kadang dapat dua puluh ribu sampek lima puluh ribu," tutur dia.

Wajah Mbah Satimah tampak sumringah setelah mendapat santunan dari Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Pertiwi Ayu Krishna melalui program ramadan berbagi jatimnow.com.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Reporter jatimnow.com memberikan santuan dari Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Pertiwi Ayu Krishna kepada Mbah SatimahReporter jatimnow.com memberikan santuan dari Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Pertiwi Ayu Krishna kepada Mbah Satimah

Di momen ramadan seperti sekarang, Mbah Satimah mulai menjajakan dagangannya sore hari, sekitar pukul 15.00 hingga 18.00 Wib. Meski harus keliling berdagang, dia mengaku masih tetap berpuasa.

"Mulai jam tiga atau jam empat. Pulang kadang jam enam sampek jam delapan. Muter teng (ke) Margorejo Indah, perumahan, teng cino-cino niku (di rumah-rumah warga Tionghoa itu)," tambah dia.

Dalam perkawinannya, Mbah Satimah dikarunia empat orang anak yang kesemuanya telah berkeluarga. Anak-anaknya tinggal cukup dekat dengannya, masih dalam satu kawasan. Dua orang dikawasan Bendul Merisi dan satu orang di Jemursari.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Mbah Satimah mengayuh becak tua peninggalan suami tercinta untuk berdagang keliling kampungMbah Satimah mengayuh becak tua peninggalan suami tercinta untuk berdagang keliling kampung

Meski demikian, Mbah Satimah mengaku tidak ingin membebani putra-putrinya. Dia lebih memilih indekos dan bekerja sendiri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Mboten enak kalihan mantu. (Tidak enak sama menantu)," jelasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.