Rabu, 22 Jul 2026 10:18 WIB

Analisa Mantan Kepala Kamar Mesin Kapal Selam KRI Nanggala-402

Mantan Kepala Kamar Mesin Kapal Selam KRI Nanggala-402, Laksamana TNI (Purn) Frans Wuwung
Mantan Kepala Kamar Mesin Kapal Selam KRI Nanggala-402, Laksamana TNI (Purn) Frans Wuwung

jatimnow.com - Mantan Kepala Kamar Mesin (KKM) KRI Nanggala-402, Laksamana TNI (Purn) Frans Wuwung menyebut ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab hilangnya kontak kapal selam tersebut, salah satunya blackout.

"Ada satu hal yang paling berbahaya, bukan karena blackout. Namun, rasanya sulit terjadi, yakni ruang baterai dipenuhi oleh air laut. Tapi itu hampir susah untuk terjadi. Wong dia (kapal) baru siap mau berlayar dan baru menyelam, terus kok bisa kebocoran," ujar Frans, Jumat (23/4/2021).

Baca Juga: Ratusan Prajurit TNI Turun Gunung Bangun Infrastruktur Desa di Ponorogo

Frans menyebut, banjirnya area baterai itu bisa terjadi jika kapal selam melebihi batas kedalaman, sekitar 200-300 meter di dasar laut, maka kekuatan bertahan kapal itu hanya selama 4 hari.

"Saya setuju KSAL. Tapi harus kedalaman diizinkan. Kalau lebih dari yang diizinkan sudah tidak ada cerita. Kemampuan bertahan, kalau kejadian sekarang ini, ya perhitungan saya Sabtu, kalau dia ada di kedalaman misal di 200 meter, sampai Sabtu (mungkin bertahan)," jelasnya.

Baca Juga: GMNI Jember Kecam Pelibatan TNI dalam Koperasi Desa Merah Putih

Menurut pengalamannya, penyebab hilangnya kontak KRI Nanggala-402 karena kerusakan pada konverter kapal. Yang fungsinya mengubah arus DC ke AC.

"Analisa saya bahwa yang namanya blackout berarti power loss, peralatan tidak bisa digerakkan dan kemudi pada kedudukan menyelam," ungkap pria yang sudah menjadi KKM KRI Nanggala-402 sejak 1985 tersebut.

Baca Juga: KRI Bima Suci Lanjut Etape 5, Misi Diplomasi Maritim Berlanjut

Sehingga, menyebabkan gangguan pada konverter dan mesin terpaksa berhenti.

"Motor sudah berhenti, tetapi sudah menuju turun. Dan barangkali ABK ada something terlalu lama mencari penyebab blackout itu. Analisa saya konverternya ada gangguan," terangnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.