Minggu, 26 Jul 2026 05:49 WIB

Nadiem Temui Megawati, Apa yang Dibahas?

Mendikbud Nadiem Makarim bertemu Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. (Foto: Akun Instagram Nadiem Makarim)
Mendikbud Nadiem Makarim bertemu Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. (Foto: Akun Instagram Nadiem Makarim)

jatimnow.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim bertemu Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sekaligus Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri.

Pertemuan tersebut membahas membahas revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 57 Tahun 2021. Sebab PP tersebut sempat menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Karena tidak memasukan mata pelajaran Pancasila dan Bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran wajib.

Baca Juga: Indah Kurnia Ajak Warga Sidoarjo Dukung Pembangunan Berwawasan Lingkungan

"Pancasila adalah sumber dari segala sumber hukum negara sehingga semua pembentikan peraturan perundang-undangan harus bersumber dan tidak boleh menyimpangi apalagi bertentangan dengan Pancasila," ujar Wakil Ketua MPR Fraksi PDIP, Ahmad Basarah lewat keterangan tertulisnya, Rabu (21/4/2021).

Dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi juga sudah diatur Pancasila sebagai mata kuliah wajib. Seharusnya, yang dilakukan pemerintah dalam membentuk PP 57/2021 juga merujuk kepada undang-undang tersebut.

"Bukan malah melanjutkan kekosongan hukum pada UU Sisdiknas tersebut," tambah Basarah.

Dalam pertemuan tersebut, Megawati menjelaskan pentingnya mata pelajaran Pancasila dan bahasa Indonesia. Fungsinya begitu fundamental dalam kehidupan berbangsa dan bernegara agar tidak kehilangan jati dirinya.

"Pancasila juga berfungsi sebagai kepribadian bangsa Indonesia, sehingga kalau menurut saya mata pelajaran Pancasila itu wajib masuk dalam kurikulum pendidikan di semua jenjang," jelas Megawati.

Baca Juga: PDIP Lamongan Siapkan Dirham Akbar Aksara di Bursa Pilbup 2029

Nadiem menyambut baik hasil diskusi Megawati. Ia juga menyatakan, persetujuannya agar dalam revisi PP 57/2021 akan memasukan mata pelajaran Pancasila dalam Standar Pendidikan Nasional.

"Sikap saya selaku Mendikbud setuju agar mata pelajaran Pancasila dimasukan dalam revisi PP 57 tahun 2021 dengan nama mata pelajaran Pancasila dan Kewarganegaraan," sambung Nadiem.

Dalam pertemuan tersebut, turut hadir Kepala BPIP Yudian Wahyudi, Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasona Laoly, Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah dan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristyanto.

Baca Juga: Usai Dilantik, Ketua DPRD Surabaya Fokus Perkuat Komunikasi dan Serap Aspirasi

 

Lihat Artikel Asli

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.