Rabu, 22 Jul 2026 15:18 WIB

Jatim Memilih

Khofifah Janji Melindungi Petani Apel dari Serbuan Apel 'Bule'

jatimnow.com - Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berjanji akan memproteksi buah apel lokal agar bisa melawan serbuan apel asing atau impor alias 'bule'.

Janji itu disampaikan usai mendengar curhatan dari petani apel Nongkojajar yang saat ini harus bersaing keras melawan serbuan apel 'bule'.

"Indonesia memiliki buah namanya apel, apel itu pusat produksinya ada di Nongkojajar, tidak bisa di tanam di semua daerah bahkan ketinggian sama belum tentu bisa memproduksi. Nah ini, sekarang kondisinya petani apel di Nongkojajar terancam punah," ucap Khofifah saat blusukan dan dialog dengan para petani apel di Nongkojajar, Pasuruan, Jumat (2/3/2018).

Ia mengatakan, berdasarkan dialog yang dilakukan bersama para petani apel, mereka sedang terkendala dengan harga apel yang sangat murah sehingga pendapatan petani tidak sebanding dengan biaya produksi.

"Harga apel di petani jatuh sekali, perkilonya hanya Rp 5000, tidak seimbang dengan biaya produksi petani. Petani di sini tidak memiliki daya tawar, apalagi mereka yang punya ke pengepul malah tidak punya bargaining sama sekali," kata Khofifah.

Saat ini dikatakan Khofifah sudah ada beberapa petani di Nongkojajar yang mencoba untuk beralih untuk menanam jeruk. Yang dikhawatirkan Khofifah, heritage Nongkojajar sebagai penghasil apel di Indonesia bisa punah.

"Oleh sebab itu, saya memiliki tekad untuk memberikan proteksi pada petani apel. Salah satunya memberikan regulasi pembatasan penjualan buah impor di Jawa Timur. Agar hasil kebunnya tidak kalah dengan apel impor, maka saya ingin melakukan regulasi pembatasan apel impor, dengan begitu cukai akan dinaikkan, harga buah apel impor akan naik tinggi, dan buah apel ini akan naik juga," ucap Khofifah.

Menurutnya, pembatasan buah impor itu bisa dilakukan dan menjadi kapasitas pemerintah provinsi. Sehingga bisa dikendalikan.

"Setelah regulasi ditetapkan, setelahnya menggarap pembrandingan apel Nongkojajar. Bahwa sebenarnya yang menghasilkan apel adalah Nongkojajar, bukan hanya Batu," urainya.

Sementara itu salah saru petani apel Nongkojajar H Munir alias H Super mengatakan bahwa memang saat ini sudah ada yang mencoba mengelola lahan pertanian dengan buah jeruk. Menurutnya, jika lebih menguntungkan maka kemungkinan besar petani akan berubah komoditas penanaman menjadi jeruk.

"Apel sekarang murah sekali. Yang hijau perkilonya Rp 4000 sampai Rp 5000. Kalau merah bisa sampai Rp 9000. Begitu di pengepul dijual sampai Rp 20 ribu. Kami tidak bisa punya daya tawar, apalagi kalau punya utang ke pengepul," ucapnya.

Reporter: Fahrizal Tito
Editor: Budi Sugiharto




Baca Juga: Menyoal Konsistensi Komunikasi Publlik Pejabat Negara

Editor : Budi Sugiharto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.