Selasa, 28 Jul 2026 11:31 WIB

Pandemi Covid-19, Kompetisi Ketangkasan Berkuda di Pasuruan Disorot

  • Penulis : Moch Rois
  • | Sabtu, 19 Des 2020 13:42 WIB
Lomba equestrian sebelum pandemi covid-19 (foto dokumen)
Lomba equestrian sebelum pandemi covid-19 (foto dokumen)

jatimnow.com - Ajang Fun Equestrian Games atau lomba adu ketangkasan menunggangi kuda yang diselenggarakan oleh Taman Safari Indonesia (TSI) II Prigen, Kabupaten Pasuruan di tengah Pandemi Covid-19 disorot.

Pengacara muda, M Sholeh mengatakan kegiatan yang digelar dua hari hingga Minggu (20/12/2020) itu diminta untuk dibubarkan lantaran memicu terjadinya kerumunan.

Baca Juga: Viral Ricuh di Pintu Masuk Bromo, TNBTS Klaim Pemukulan Refleks Bela Diri

"Idealnya dalam kondisi sekarang ini dimana angka Covid -19 semakin tinggi, maka siapa pun tidak boleh melakukan kegiatan-kegiatan yang menciptakan kerumunan," tegas M Sholeh, Sabtu (19/12/2020).

Ia mencontohkan kompetisi yang seharusnya digelar Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sampai sekarang ini tidak bisa dilaksanakan, lantaran Pandemi Covid-19.

"Logikanya, semua gelaran olahraga apapun juga tidak boleh, agar tidak terjadi diskriminasi dalam cabang olahraga," ujarnya.

Ia meminta kepada aparat penegak hukum untuk tidak tebang pilih dalam menegakkan protokol kesehatan.

"Aparat penegak hukum jangan takut dan tebang pilih," tandasnya.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Sementara itu, Kapolsek Prigen Polres Pasuruan, AKP Bambang Tri saat dikonfirmasi mengaku sudah mengamati dari awal penerapan protokol kesehatan dalam kompetisi adu ketangkasan berkuda tersebut.

"Penerapan protokol kesehatannya sudah bagus. Kami jajaran Muspika Prigen diminta datang langsung melakukan pengecekan," ucap Kapolsek Prigen, AKP Bambang Tri.

Presiden of Event Fun Equestrian Games, Brigjen TNI (Mar) Ivan AR. Titus, yang dikonfirmasi terkait gelaran acara tersebut, juga menerangkan jika seluruh peserta telah menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Yang bisa ikut ke arena hanya atlet, groom, kemudian pelatih. Itu saja. Kalau misalnya si atlit ini umurnya dibawah 17, itu boleh satu orang tuanya datang untuk mendampingi. Kedua, tidak ada penonton di sini, tidak kita izinkan. Ketiga, hanya orang yang terdaftar yang bisa masuk, disertai surat bebas Covid-19, baik rapid tes dan swab," terang Ivan AR Titus.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Wisata Jatim: Telaga Sarangan Hujan, KBS-Taman Safari Cerah

Ivan menerangkan jika pertandingan equestrian ini setiap peserta berlaga bergantian satu persatu menunjukkan ketangkasannya. Untuk tempat duduk peserta pun dibuat terpisah sehingga tidak terjadi kerumunan.

"Kalau peserta yang bertanding ini ada 11 klub, dan jumlah kudanya ada 50 kuda. Ini kan kegiatannya 2 hari, jadi setiap harinya yang bertanding ada 25 kuda," tandasnya.

Sementara itu, pihak manajemen Taman Safari Indonesia II Prigen hingga berita ini ditulis belum bisa dihubungi untuk dikonfirmasi.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.