Minggu, 07 Jun 2026 02:11 WIB

Pilwali Surabaya 2020

Machfud Arifin-Mujiaman Dinilai Paling Layak Memimpin Surabaya

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Jumat, 04 Des 2020 16:30 WIB
Machfud Arifin dan Mujiaman berdoa bersama di Masjid Rahmat Kembang Kuning, Surabaya dipimpin Prof Dr. KH Maksum Nur Alim
Machfud Arifin dan Mujiaman berdoa bersama di Masjid Rahmat Kembang Kuning, Surabaya dipimpin Prof Dr. KH Maksum Nur Alim

jatimnow.com - Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota-Wakil Wali Kota Nomor Urur 02, Machfud Arifin-Mujiaman (MAJU) dinilai paling layak memimpin Kota Surabaya.

Hal itu disampaikan Prof Dr. KH Maksum Nur Alim usai menjadi imam dan khatib Salat Jumat di Masjid Rahmat Kembang Kuning, Surabaya, Jumat (4/12/2020).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Menurut Kiai Maksum, Machfud Arifin-Mujiaman merupakan sosok pemimpin yang lemah lembut, penuh toleransi dan religius. Sehingga keduanya dinilai sangat layak dan pantas memimpin Kota Surabaya yang punya warga heterogen.

"Kepemimpinan nabi itu nggak pernah marah-marah dan itu sudah diperingatkan oleh Allah. Karena kalau keras, maka niscaya umatnya akan lari. Jadi seorang pemimpin harus lemah lembut, pemimpin Surabaya juga begitu, boleh tegas tapi nggak boleh marah-marah. Beliau berdua (Machfud-Mujiaman) bisa membawa Surabaya lebih baik, cocok dan nggak pernah marah-marah, lemah lembut, artinya cocok jadi pemimpin Surabaya," jelasnya.

Sebelumnya dalam khotbahnya, Kiai Maksum menyampaikan kisah Nabi Yunus yang ditelan ikan paus karena marah dan meninggalkan umatnya. Selama 40 hari 40 malam berada di perut ikan, Nabi Yunus akhirnya berdoa dan memohon ampun atas kekhilafannya.

Machfud Arifin dan Mujiaman berdoa bersama di Masjid Rahmat Kembang Kuning, SurabayaMachfud Arifin dan Mujiaman berdoa bersama di Masjid Rahmat Kembang Kuning, Surabaya

"Belajar dari kisah ini, pemimpin itu apapun problemnya jangan pernah marah-marah dan meninggalkan umatnya supaya tidak mendapatkan azab dari Allah," paparnya.

Kiai Maksum juga mendoakan Machfud Arifin-Mujiaman. Doa yang dipanjatkan adalah doa Nabi Ibrahim. Tujuannya adalah agar masyarakat Surabaya memiliki kecenderungan dan cinta kepada Mahcfud Arifin-Mujiaman.

"Doa yang saya baca doanya Nabi Ibrahim saat mengelilingi ka'bah," ungkapnya.

Machfud Arifin dan Mujiaman setiap jumat memang rutin melakukan safari dari masjid ke masjid untuk menunaikan Salat Jumat. Untuk kali ini, Machfud dan Mujiaman Salat Jumat bersamaan di Masjid Rahmat Kembang Kuning.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

Machfud Arifin mengatakan bahwa selain menunaikan Salat Jumat, safari jumat juga bertujuan untuk membangun silaturahmi dengan masyarakat. Dengan model ini juga bisa menampung aspirasi dari masyarakat secara langsung.

"Saya senang silaturahim, tahu problem masyarakat yang ada di sekitar masjid," tuturnya.

Sosok Machfud Arifin memang dikenal religius. Saat menjabat Kapolda Jawa Timur, dia membangun masjid besar dan dinobatkan sebagai masjid termegah di lingkungan Polri.

"Orang yang tahu saya saat dinas di kepolisian selalu bangun masjid sebagai sarana ibadah yang nyaman. Ini jangan diartikan nggak toleran. Justru tim saya di kontestasi ini (Pilwali Surabaya) banyak dari nonmuslim. Bagi saya, keberagaman akan menjadi kekuatan dan ini ciri khas Indonesia," terangnya.

Arek asli Ketintang, Surabaya ini pun mengimbau kepada masyarakat Surabaya agar tidak terpengaruh oleh hasutan dan informasi hoaks.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Gunakan hati nurani untuk memilih pemimpin. Ayo datang ke TPS, jangan terpengaruh hasutan dan janji-janji, gunakan hati nurani," tegasnya.

Sementara Mujiaman menyebut bahwa MAJU selalu kompak. Kekompakan ini dibangun dengan koordinasi intens dan pembagian tugas masing-masing.

"Prinsipnya, membangun Surabaya harus kompak. Ada pembagian tugas yang jelas, karena pemimpin itu memang harus kompak," tegasnya.

Mantan Dirut PDAM Surya Sembada Kota Surabaya ini menegaskan bahwa saling bekerjasama dan bersinergi antar organisasi dan semua elemen masyarakat juga penting dalam membangun Surabaya.

"Keterlibatan masyarakat dan semua komponen itu kunci membangun Surabaya," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.