Rabu, 22 Jul 2026 15:20 WIB

Pilwali Surabaya 2020

Erji Disebut Kurang Percaya Diri, MAJU Tidak Merasa Kalah

Balai Kota Surabaya (Foto: Dok. jatimnow.com)
Balai Kota Surabaya (Foto: Dok. jatimnow.com)

jatimnow.com - Pengamat politik lulusan Universitas Universitas Airlangga (Unair) Dr Moch Mubarok Muharam menyebut Pasangan Calon (Paslon) Eri Cahyadi-Armudji (Erji) kurang percaya diri. Sedangkan Paslon Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno (Maju) tidak merasa kalah.

"Saya pikir Erji kurang percaya diri dalam memenangkan pertarungan ini," ujar Mubarok, Kamis (3/1/2020).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Mubarok menerangkan, ada beberapa indikasi jika pasangan calon wali kota dan wakil wali kota yang diusung PDI Perjuangan (PDIP) tersebut kurang percaya diri.

Mubarok mencontohkan, salah satu bentuk kepanikan Paslon Erji yaitu, meski banyak lembaga survei mencatat kemenangan Erji, tapi kubu paslon nomor urut 1 itu melakukan cara pengiriman 'Surat Bu Risma untuk Warga Surabaya'.

"Hasil survei-survei unggul. Tapi kelompoknya Bu Risma masih merasa belum yakin dia (Erji) unggul, sehingga tetap berusaha meraih dukungan, termasuk mengirim surat ke warga-warga," ungkapnya.

Warga Surabaya yang menjadi Peneliti Pusat Studi Pancasila, Agama dan Trisula (Puspat) Universitas Darul Ulum, Jombang ini mengatakan, ada perbedaan antara Pilwali Surabaya Tahun 2020 dengan Tahun 2015 lalu.

Pada Pilwali 2015, Paslon Tri Rismaharini (Risma)-Whisnu Sakti Buana yang diusung PDIP dengan keyakinan yang tinggi dapat mengalahkan Paslon Rasiyo-Lucy Kurniasari. Saat lembaga survei menyebut Risma-Whisnu unggul 44 persen dari Rasiyo-Lucy, mesin PDIP sekitar dua minggu jelang coblosan, terlihat santai dan seolah tidak bekerja lagi.

"Karena merasa yakin menang, sekitar dua minggu sebelum coblosan mesin PDIP tidak bekerja lagi. Hasilnya, Risma menang dan menjadi wali kota periode kedua," tuturnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Menurut Mubarok, hal itu berbeda dengan Pilwali Surabaya 2020. Meski berdasarkan rilis berbagai lembaga survei Erji unggul dengan selisih 11 persen sampai 21 persen dari MAJU, tapi Erji tidak sama seperti Risma-Whisnu saat itu.

"Berbeda 5 tahun lalu, menganggur. Pilwali 2015, kurang dari dua minggu, mesin PDIP tidak terlalu bekerja," jelasnya.

"Pada Pilwali 2020, kelihatannya Bu Risma masih aktif terjun ke lapangan. Artinya kurang percaya diri bisa memenangkan Erji, meskipun hasil survei seperti itu," terangnya.

Pertarungan Pilwali Surabaya 2020 yang diikuti dua pasangan calon. Erji nomor urut 1 dan MAJU nomor urut 2, dinilai masih belum selesai sebelum 9 Desember 2020, waktu pencobolosan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Hasil survei tidak melemahkan kedua kubu. Kubu satunya kurang percaya diri memenangkan pilwali. Kubu kedua tidak merasa kalah. Kedua kubu juga masih berusaha meraih dukungan agar memenangkan Pilwali Surabaya 2020," tambahnya.

Mubarok memprediksi, ketika memasuki minggu tenang menjelang cobolosan, pertarungan udara maupun darat kedua kubu semakin ketat.

"Sebagai orang yang mestinya kalau mengamati di lapangan, ini pertarungannya belum selesai. Selesainya nanti pada 9 Desember baru ketahuan siapa yang unggul," jelasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.