Minggu, 14 Jun 2026 03:34 WIB

Pilwali Surabaya 2020

Machfud Arifin Sebut Belanda Bisa Jadi Tempat Belajar Tangani Banjir

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Senin, 26 Okt 2020 15:43 WIB
Calon Wali Kota Machfud Arifin bicara penanganan banjir di Surabaya
Calon Wali Kota Machfud Arifin bicara penanganan banjir di Surabaya

jatimnow.com - Beberapa waktu lalu Panitia Khusus (Pansus) Banjir DPRD DKI Jakarta meminta saran kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) untuk menangani permasalahan banjir.

Studi DPRD DKI Jakarka ke Kota Pahlawan itu mendapat tanggapan dari Calon Wali Kota Surabaya, Machfud Arifin. Dia menilai bahwa kedatangan pansus ke Surabaya itu kurang tepat lantaran di Surabaya masih terjadi banjir di beberapa kawasan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Kalau belajar itu ya harusnya pada daerah yang tidak banjir," ujar Machfud Arifin setelah bersilaturahmi dengan Gerakan Perempuan Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (GPMKGR) Jawa Timur di Hotel Mercure Surabaya, Senin (26/10/2020).

Menurutnya, DPRD DKI bisa belajar ke Belanda yang tata kelolanya mengenai banjir cukup hebat. Karena apabila belajar dari Surabaya, sama saja lantaran juga masih mengalami banjir.

"Belanda misalnya. Kan belajar dari sana, itu tata kelolanya hebat. Kan yang tahu Surabaya banjir apa enggak, kan orang Surabaya sendiri. Bahkan kadang-kadang pemadam kebakaran buat nyedotin di sana, gak tahunya nyedotin air," ungkap Machfud Arifin.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Mantan Kapolda Jatim ini sudah memiliki sederet langkah untuk menangani masalah banjir di Surabaya, jika nantinya menjadi wali kota. Machfud menyebut penanganan banjir harus disertai dengan teknologi yang memadai.

Selain itu, permasalahan perluasan jalan juga harus ada jaminan bahwa ada lubang khusus untuk masuknya air dan lumpur serta kotoran.

"Endapan-endapan di situ jadi tinggi akhirnya luber. Sendimentasi ini kadang-kadang nggak kekejar, makanya harus tetap terjaga. Sekarang ini baru pakai manual semuanya. Brantas, Monkasel itu baru dikeruki, walaupun itu bukan tanggungjawab pemkot," tambahnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Menurut Machfud Arifin, sungai-sungai yang ada di tengah kota masih banyak yang belum tersentuh dalam penanganan pencegahan banjir. Terutama dalam menangani sampah-sampah yang menumpuk di sungai.

"Di tengah kota masih banyak yang tidak tersentuh. Misal sungai tertimbun sampah seperti di Wonokusumo. Banyak sungai dan selokan ditutup beton dibuat dagangan dan itu kotor sekali," tandas arek asli Ketintang, Surabaya ini.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Imigrasi Surabaya Sebar 400 Akun APOA untuk Awasi Orang Asing

Imigrasi Surabaya memperkuat pengawasan orang asing melalui APOA dengan 400 akun aktif dan melibatkan hotel, kampus, hingga perusahaan.