Rabu, 22 Jul 2026 12:36 WIB

Tolak Omnibus Law

169 Orang Diduga Hendak Menyusup ke Pendemo di Surabaya Diamankan

Beberapa remaja yang diamankan polisi sebelum masuk ke barisan pendemo tolak Omnibus Law di Surabaya
Beberapa remaja yang diamankan polisi sebelum masuk ke barisan pendemo tolak Omnibus Law di Surabaya

jatimnow.com - Sebanyak 169 orang diduga penyusup diamankan polisi saat demo tolak Omnibus Law yang berlangsung di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Selasa (20/10/2020).

Dari pantauan di lokasi, 169 orang yang diamankan itu diangkut dengan mobil polisi kemudian dibawa ke Mapolrestabes Surabaya untuk dimintai keterangan. Mereka mayoritas remaja hingga dewasa.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko membenarkan hal tersebut. Menurutnya selain mengamankan 169 orang, pihaknya juga menyita barang-barang yang diduga akan digunakan untuk alat memprovokasi.

"Polda Jatim dan Polrestabes Surabaya mengamankan 169 orang dengan indikasi yang kita amankan itu ada yang bawa molotov, pylox (cat semprot) dan miras. Barang-barang itu diduga sebagai alat yang akan digunakan untuk vandalisme maupun provokasi saat demo," jelas Trunoyudo.

Trunoyudo menambahkan, 169 orang tersebut diangkut ke Mapolrestabes Surabaya dan Mapolda Jatim untuk dimintai keterangan.

"Masih dalam pendalaman. Nanti hasilnya kita tunggu penyidikan yang dilakukan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum, Direktorat Reserse Narkoba dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus," tambahnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Dia menyebut bahwa sebanyak 4147 petugas gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, pemadam kebakaran, Satpol PP, dinas pendidikan juga disiagakan untuk pengamanan demonstrasi yang digelar pada tanggal 20 hingga 23 Oktober 2020 itu.

"Para petugas itu disiagakan pada 13 titik di luar dari kantor instansi pemerintahan seperti Gedung Grahadi, Gedung DPR, gedung pemerintahan gubernur, balai kota, akses keluar masuk kota dan sentra ekonomi," paparnya.

Sementara Wakapolrestabes Surabaya AKBP Hartoyo menyebut bahwa ratusan orang yang diamankan tersebut di luar dari elemen-elemen Getol yang melakukan aksi demo.

Baca Juga: Bidpropam Polda Jatim Tes Urine Puluhan Anggota Polres Kediri Kota

"Masih belum kita data. Tapi mayoritas yang kita amankan dari anak-anak SMK dan 6 orang pemuda di antaranya terbukti adanya ajakan demo di ponselnya," tegas Hartoyo.

Hingga pukul 17.30 Wib, demo menolak Omnibus Law di depan Gedung Negara Grahadi berjalan aman dan kondusif.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.