Sabtu, 06 Jun 2026 21:20 WIB

Mengenal Gerakan 'Batu Terus Menanam 1 Nama 1 Pohon'

DLH dan DPUPR Kota Batu bersama Among Tani Foundation (ATF) membahas persiapan gerakan 'Batu Terus Menanam 1 Nama 1 Pohon'
DLH dan DPUPR Kota Batu bersama Among Tani Foundation (ATF) membahas persiapan gerakan 'Batu Terus Menanam 1 Nama 1 Pohon'

jatimnow.com - Untuk terus melestarikan lingkungan, Pemkot Batu menggelar 'Batu Terus Menanam 1 Nama 1 Pohon' pada 17 Oktober 2020. Gerakan ini digelar dalam rangkaian peringatan HUT ke-19 Kota Batu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Aris Setiawan menyebut, 'Batu Terus Menanam 1 Nama 1 Pohon' merupakan gerakan sosial dan mandiri yang bakal diwujudkan dengan menanam pohon dan merawatnya secara individual dan keluarga.

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

Aris menambahkan, kegiatan yang diinisiatori Among Tani Foundation (ATF) itu bertujuan jangka panjang, yaitu menciptakan hutan dalam kota dan wilayah urban (pemukiman) yang bisa berdampak pada tampilan kota dan menyedot animo wisatawan.

Aris pun berharap seluruh masyarakat bisa bekerjasama mensukseskan penanaman 10 ribu bibit pohon. Sebab perkembangan investasi yang begitu cepat harus selaras dengan lingkungan yang terjaga dan berkualitas.

"Karena merawat lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerinah, tapi seluruh masyarakat Kota Batu baik di desa dan perkotaan secara bersama-sama," terang Aris, Selasa (13/10/2020).

Sementara Kabid Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu, Dian Fachroni menyebut sudah menyiapkan titik-titik yang ada di 19 ruas jalan protokol di tiga kecamatan.

Sekarang, lanjut Dian, DPUPR Kota Batu sedang memetakan lokasi mana saja dan jenis pohon apa saja. Setelahnya dilakukan penggalian lubang serta media tanam agar nanti peserta yang berpartisipasi tidak kesulitan.

"Kita siapkan 19 tempat di 19 ruas jalan Kota Batu sebagai wujud memontum umur Kota Batu. Kegiatan pun dimulai pada jam 10 siang," jelas Dian.

Ketua Panitia, Fitriatul Ani memaparkan, untuk lokasi bisa di setiap halaman rumah warga, halaman kantor, wilayah bisnis, tepi jalan raya, mata air terdekat, lokasi gersang terdekat hingga desa-desa dan kelurahan.

Baca Juga: Pemuda Mojokerto Lompat dari Jembatan Cangar Batu, Ini Dugaan Motifnya

"Nanti secara simbolis kita gelar di kantor ATF bersama Forkompinda, DPUPR dan DLH," ungkap Ani.

Untuk mengikuti acara ini, peserta bisa mencari atau menemukan lokasi gersang di sekitar rumah atau kantor atau tempat usaha. Bagi peserta yang tidak punya lahan tanam dan butuh informasi titik lokasi penanaman lainnya bisa mendapatkan informasi di ATF.

Langkah pertama bisa mendaftarkan diri anda link httos: bit.| REGISTRASI-lNAMAlPOHON. Memilih zona yang diinginkan seperti ruas jalan kecamatan, desa dengan menghubungi petugas dari ATF yang akan memandu zona penanaman, jenis pohon yang cocok dan teknis penanaman.

"Petugas ATF juga akan memberikan format label sesuai zona dan titik tanam yang dipilih untuk spesikasi pohon tinggi minimal satu meter, berkayu keras, bukan semak, jenis sesuai karakteristik lokasi yang dipilih," paparnya.

Baca Juga: Mikutopia, Destinasi Wisata Alternatif di Kota Batu

Ani mencontohkan jenis tanaman yang ditanam seperti tabebuya, bungur, soga, dadap wangi atau pohon buah. Lalu tanam pohonnya dengan baik di titik tanam yang telah dipilih. Jika sudah tempel label nama penanam sebagai penanda, nama juga sebagai pengingat akan tanggungjawab perawatan.

"Partisipan juga bisa merekam kegiatan penanaman melalui bentuk video dengan mengatakan 'Saya (nama) mendukung dan berpartisipasi dalam gerakan 1 Nama 1 Pohon. Dan unggah video di medsos pribadi. Bisa Instagram, FB, TikTok atau YouTube. Tujuannya agar bisa mengajak warga lainnya," bebernya.

Ani mendorong semua kalangan bisa ikut, karena Kota Batu sebagai kawasan penyangga air dan oksigen di Jawa Timur. Kemudian bisa menggelorakan semangat terus menanam kepada warga KWB dan wisatawan.

"Banyaknya investasi di Kota Batu jangan sampai melalaikan penghijauan sehingga menyebabkan lahan kritis yang berdampak pada menyusutnya mata air," tandas Ani.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.