Rabu, 29 Jul 2026 01:00 WIB

Ini Pemicu Pemuda di Mojokerto Gorok Ayah dan Ibunya

Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP Rifaldhy Hangga Putra
Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP Rifaldhy Hangga Putra

jatimnow.com - Pemicu Adi Muryadi Hermanto (28), seorang anak yang tega menggorok ayah dan ibu kandungnya terungkap. Pemuda asal Dusun Kuripan, Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto itu naik pitam karena kesal tidak diperbolehkan kerja di pabrik.

"Perkembangan terbaru kasus penganiayaan ini sudah kami dalami. Hasil penyidikan menyimpulkan yang bersangkutan emosional, ada kekesalan terhadap kedua orangtuanya dipicu karena yang bersangkutan bekerja sebagai tukang bubur," ujar Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP Rifaldhy Hangga Putra, Senin (28/9/2020).

Baca Juga: Telapak Temukan Dugaan Pencemaran Kali Porong Mojokerto, Bakal Lapor Menteri LH

Menurut Rifaldhy, biasanya yang menyiapkan bubur dagangannya yaitu ibunya. Namun belakangan Adi memang sudah tidak mau bekerja sebagai tukang bubur lantaran meminta untuk bekerja di Sidoarjo.

"Sementara orangtuanya itu tidak berkeinginan. Dan inilah menjadi kekesalan, muncul emosional kemudian tersangka akhirnya melakukan penganiayaan terhadap kedua orangtuanya," jelas Rifaldhy.

Baca juga:  

Mantan Kasatreskrim Polres Bojonegoro ini menjelaskan, informasinya tersangka Adi hendak bekerja di pabrik kayu di Sidoarjo, tetapi masih dipastikan kembali.

Baca Juga: Tiga Warga Sidotopo Jadi Korban Dugaan Perampasan dan Penganiayaan Saat HUT Persebaya

"Hasil dari penyidikan dan pemeriksaan baik keluarga, korban dan para saksi termasuk tetangga menyimpulkan itulah yang menjadi alasan yang bersangkutan melakukan penganiayaan. Termasuk pemeriksaan terhadap tersangka," bebernya.

Alumni Akpol Tahun 2008 ini menyebut bahwa alasan kedua orangtua tidak memperbolehkan anak bungsunya itu bekerja di Sidoarjo karena kemungkinan tidak ada yang menjaganya.

"Yang bersangkutan ini anak ketiga, anak terakhir. Dan memang informasi dari saudaranya ini cukup dimanja dan apa maunya anak ini biasanya harus dituruti. Ya ada kekhawatiran," pungkasnya.

Baca Juga: Diduga Menjadi Korban Penganiayaan, Ajudan Wakapolres Blitar Alami Hidung Patah

Adi melakukan aksi sadis itu pada Sabtu (26/9/2020) malam saat warga kampung melakukan pemakaman salah satu warga setempat yang meninggal dunia.

Meski kedua orangtuanya, yaitu Yasin (70) dan Muripah (60) sempat mendapatkan perawatan intensif di RSUD Wahidin Sudirohusodo Kota Mojokerto. Namun hingga hari ini kondisinya semakin membaik.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.