Jumat, 12 Jun 2026 08:32 WIB

Ini Pemicu Pemuda di Mojokerto Gorok Ayah dan Ibunya

Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP Rifaldhy Hangga Putra
Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP Rifaldhy Hangga Putra

jatimnow.com - Pemicu Adi Muryadi Hermanto (28), seorang anak yang tega menggorok ayah dan ibu kandungnya terungkap. Pemuda asal Dusun Kuripan, Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto itu naik pitam karena kesal tidak diperbolehkan kerja di pabrik.

"Perkembangan terbaru kasus penganiayaan ini sudah kami dalami. Hasil penyidikan menyimpulkan yang bersangkutan emosional, ada kekesalan terhadap kedua orangtuanya dipicu karena yang bersangkutan bekerja sebagai tukang bubur," ujar Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP Rifaldhy Hangga Putra, Senin (28/9/2020).

Baca Juga: Diduga Menjadi Korban Penganiayaan, Ajudan Wakapolres Blitar Alami Hidung Patah

Menurut Rifaldhy, biasanya yang menyiapkan bubur dagangannya yaitu ibunya. Namun belakangan Adi memang sudah tidak mau bekerja sebagai tukang bubur lantaran meminta untuk bekerja di Sidoarjo.

"Sementara orangtuanya itu tidak berkeinginan. Dan inilah menjadi kekesalan, muncul emosional kemudian tersangka akhirnya melakukan penganiayaan terhadap kedua orangtuanya," jelas Rifaldhy.

Baca juga:  

Mantan Kasatreskrim Polres Bojonegoro ini menjelaskan, informasinya tersangka Adi hendak bekerja di pabrik kayu di Sidoarjo, tetapi masih dipastikan kembali.

Baca Juga: Organisasi Aremania Utas Ganti Kerugian Wisatawan Asal Surabaya

"Hasil dari penyidikan dan pemeriksaan baik keluarga, korban dan para saksi termasuk tetangga menyimpulkan itulah yang menjadi alasan yang bersangkutan melakukan penganiayaan. Termasuk pemeriksaan terhadap tersangka," bebernya.

Alumni Akpol Tahun 2008 ini menyebut bahwa alasan kedua orangtua tidak memperbolehkan anak bungsunya itu bekerja di Sidoarjo karena kemungkinan tidak ada yang menjaganya.

"Yang bersangkutan ini anak ketiga, anak terakhir. Dan memang informasi dari saudaranya ini cukup dimanja dan apa maunya anak ini biasanya harus dituruti. Ya ada kekhawatiran," pungkasnya.

Baca Juga: Kasus Pengeroyokan Wisatawan Asal Surabaya Oleh Oknum Aremania Berakhir Damai

Adi melakukan aksi sadis itu pada Sabtu (26/9/2020) malam saat warga kampung melakukan pemakaman salah satu warga setempat yang meninggal dunia.

Meski kedua orangtuanya, yaitu Yasin (70) dan Muripah (60) sempat mendapatkan perawatan intensif di RSUD Wahidin Sudirohusodo Kota Mojokerto. Namun hingga hari ini kondisinya semakin membaik.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.