Minggu, 26 Jul 2026 18:33 WIB

Server Induk Trouble, Pelayanan Dispendukcapil Ponorogo Lumpuh

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 22 Mei 2018 12:45 WIB
Suasana kantor Dispendukcapil Ponorogo yang sepi.
Suasana kantor Dispendukcapil Ponorogo yang sepi.

jatimnow.com - Selama dua hari warga Ponorogo dipastikan tidak bisa mengurus segala macam jenis kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Ponorogo.

Pasalnya, server induk trouble mulai dari Senin (21/5/2018), dan kerusakan tersebut diprediksi baru bisa diatasi sampai Rabu (23/5/2018) esok.

Baca Juga: Ratusan Prajurit TNI Turun Gunung Bangun Infrastruktur Desa di Ponorogo

Di kantor Dispendukcapil Komplek Perkantoran Pemkab Ponorogo yang ada di Alun-Alun Ponorogo terlihat sepi, pelayanannya pun otomatis lumpuh.

Karena memang seluruh warga yang sempat datang pada pagi hari harus balik lagi karena tidak bisa dilayani.

"Iya memang ada trouble di server kami yang mengatur komunikasi data antara sistem komputer dengan hardisk," tutur Administrator Database Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Anwar Taufiq, Selasa siang.

Menurutnya, pelayanan mengalami trouble sejak Senin (21/5/2018) sekitar pukul 11.30 WIB. Dan diperkirakan server baru selesai diperbaiki Rabu (23/5/2018). Normalnya bisa digunakan pada Jumat (25/5/2018).

"Tim teknisi sudah menangani tapi tetap belum stabil. Sudah berusaha maksimal tapi tidak bisa. Akhirnya harus dibawa ke servis center," terang Anwar.

Baca Juga: Sambut 100 Tahun, Gontor Siapkan Buku Rekam Jejak dan Kontribusi Bagi Bangsa

Anwar menerangkan teknisi Dukcapil sebenarnya sudah melakukan usaha perbaikan namun karena yang mengalami kerusakan adalah hardware.

"Jika dilakukan perbaikan sendiri ditakutkan ada kerusakan karena disitu data base utama. Jadi kami bawa ke servis center di Surabaya," ujarnya

Anwar menegaskan, kerusakan ini penyebab utamanya adalah hardware bukan karena di hack oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. "Ini murni kerusakan hardware bukan karena oknum," papar dia.

Akibat kerusakan ini, setidaknya pelayanan pencetakan administrasi kependudukan seperti pencetakan e-KTP, KTA dan Kartu Keluarga (KK) terhambat.

Baca Juga: Vulcan Flow Ponorogo, Tawarkan Konsep Industrial Raw dan Ragam Menu Murah

"Kalau nanti dibuka tidak akan ada penumpukan hanya mungkin ketambahan saja, sehari ada 500 cetak e-KTP, 300 KK, 80 akta," bebernya.

Anwar mengaku saat ini sistem server yang ada di Dispendukcapil belum ideal. Seharusnya, ada dua server yang bisa menggandakan data. "Di sini belum ideal servernya," pungkasnya.

Reporter: Mita Kusuma
Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.