Kamis, 23 Jul 2026 19:52 WIB

Waduh, Makanan Takjil di Blitar Mengandung Formalin hingga Boraks

  • Penulis : CF Glorian
  • | Senin, 21 Mei 2018 19:53 WIB
Petugas menunjukkan hasil tes takjil yang mengandung bahan kimia berbahaya/Glorian
Petugas menunjukkan hasil tes takjil yang mengandung bahan kimia berbahaya/Glorian

jatimnow.com – Menjelang waktu berbuka puasa, Tim Koordinasi Pembinaan Pengawasan Makanan dan Obat (TKP2MO) melakukan inspeksi mendadak ke pasar takjil musiman yang ada di Jalan Ahmad Yani Kota Blitar, Senin (21/05/2018).

Dalam sidak itu, petugas mengambil sedikitnya 30 sampel makanan yang diambil dari para pedagang takjil.

Baca Juga: Ziarah ke Makam Bung Karno, Kapolri Listyo Sigit Serap Nilai Kepemimpinan Bangsa

Hasilnya, ditemukan sejumlah makanan yang dijual para pedagang positif mengandung bahan kimia berbahaya.

Tak hanya makanan yang siap saji yang  positif bahan kimia berbahaya. Bahkan, kulupan atau rebusan daun bayam dan daun pepaya pada olahan pecel positif Boraks.

"Jadi, memang benar (kulupan positif formalin). Tadi ada juga Cincau yang mengandung Formalin, dawet mengandung Rodhamin B, dan kerupuk yang positif boraks," terang Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Blitar, dr Dharma Setyawan, seusai sidak.

Baca Juga: Jenazah Santriwati Asal Kediri yang Terseret Ombak di Blitar Ditemukan

Menurut Dharma, kulupan yang positif formalin itu diketahui setelah dilakukan test di tempat. Dengan campuran formalin ini, maka tidak heran jika kulupan itu akan bertahan lebih lama dan warnanya cukup tajam, sehingga mampu memancing para pembeli.

Sedangkan Rodhamin B merupakan bahan dasar pewarna tekstil yang tidak aman bila dikonsumsi oleh masyarakat. Sedangkan formalin diketahui merupakan bahan pengawet untuk mayat.

"Dan imbasnya tidak langsung. Tiga bahan kimia ini sifatnya jangka panjang, baru bisa kelihatan nanti dampaknya di tubuh kita. Dia akan terakumulasi, baru nanti kelihatan misalnya kanker dan penyakit berbahaya lainnya," terang dia.

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Ia menambahkan, bagi pedagang dengan makanan yang terbukti mencampur dagangannya dengan bahan-bahan kimia, akan dipanggil oleh Dinas Kesehatan Kota Blitar untuk mendapatkan pembinaan.

"Kita juga berharap agar masyarakat tidak mudah tertipu dengan wujud atau rupa makanan yang menarik. Karena bisa jadi itu malah yang berbahaya," pungkasnya.

Reporter: CF Glorian
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.