Senin, 08 Jun 2026 17:47 WIB

Waduh, Makanan Takjil di Blitar Mengandung Formalin hingga Boraks

  • Penulis : CF Glorian
  • | Senin, 21 Mei 2018 19:53 WIB
Petugas menunjukkan hasil tes takjil yang mengandung bahan kimia berbahaya/Glorian
Petugas menunjukkan hasil tes takjil yang mengandung bahan kimia berbahaya/Glorian

jatimnow.com – Menjelang waktu berbuka puasa, Tim Koordinasi Pembinaan Pengawasan Makanan dan Obat (TKP2MO) melakukan inspeksi mendadak ke pasar takjil musiman yang ada di Jalan Ahmad Yani Kota Blitar, Senin (21/05/2018).

Dalam sidak itu, petugas mengambil sedikitnya 30 sampel makanan yang diambil dari para pedagang takjil.

Baca Juga: Eks Terpidana Kasus Korupsi, Samanhudi Anwar Terpilih Ketua KONI Kota Blitar

Hasilnya, ditemukan sejumlah makanan yang dijual para pedagang positif mengandung bahan kimia berbahaya.

Tak hanya makanan yang siap saji yang  positif bahan kimia berbahaya. Bahkan, kulupan atau rebusan daun bayam dan daun pepaya pada olahan pecel positif Boraks.

"Jadi, memang benar (kulupan positif formalin). Tadi ada juga Cincau yang mengandung Formalin, dawet mengandung Rodhamin B, dan kerupuk yang positif boraks," terang Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Blitar, dr Dharma Setyawan, seusai sidak.

Baca Juga: Mahasiswa UNU Blitar Gelar Aksi, Minta Dosen Pelaku Kekerasan Seksual Dipecat

Menurut Dharma, kulupan yang positif formalin itu diketahui setelah dilakukan test di tempat. Dengan campuran formalin ini, maka tidak heran jika kulupan itu akan bertahan lebih lama dan warnanya cukup tajam, sehingga mampu memancing para pembeli.

Sedangkan Rodhamin B merupakan bahan dasar pewarna tekstil yang tidak aman bila dikonsumsi oleh masyarakat. Sedangkan formalin diketahui merupakan bahan pengawet untuk mayat.

"Dan imbasnya tidak langsung. Tiga bahan kimia ini sifatnya jangka panjang, baru bisa kelihatan nanti dampaknya di tubuh kita. Dia akan terakumulasi, baru nanti kelihatan misalnya kanker dan penyakit berbahaya lainnya," terang dia.

Baca Juga: Tiga Warga Blitar Terseret Arus Sungai Brantas, Satu Dinyatakan Hilang

Ia menambahkan, bagi pedagang dengan makanan yang terbukti mencampur dagangannya dengan bahan-bahan kimia, akan dipanggil oleh Dinas Kesehatan Kota Blitar untuk mendapatkan pembinaan.

"Kita juga berharap agar masyarakat tidak mudah tertipu dengan wujud atau rupa makanan yang menarik. Karena bisa jadi itu malah yang berbahaya," pungkasnya.

Reporter: CF Glorian
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.