Minggu, 07 Jun 2026 06:26 WIB

Empat Santri Konfirm Covid-19 di Pesantren Banyuwangi Sembuh

Dapur umum menjadi bagian penting penanganan kasus Covid-19 di salah satu pesantren Banyuwangi
Dapur umum menjadi bagian penting penanganan kasus Covid-19 di salah satu pesantren Banyuwangi

jatimnow.com - Dinas Kesehatan Banyuwangi melaporkan 7 pasien konfirmasi Covid-19 yang dinyatakan sembuh. Empat di antaranya adalah santri salah satu pondok pesantren.

"Alhamdulillah ada empat santri yang dinyatakan sembuh. Mereka memang tergolong OTG dan bergejala ringan sehingga setelah menyelesaikan masa isolasi dan dari hasil pemeriksaan sudah tidak bergejala, maka mereka dinyatakan sembuh. Semoga santri yang lain segera menyusul sembuh," kata Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr Widji Lestariono, Rabu (2/9/2020).

Baca Juga: Gus Salam Sowan ke Kiai Imjaz Jelang Muktamar NU ke-35

Bersamaan dengan itu, juga dilaporkan adanya penambahan 42 kasus baru. Kasus tersebut merupakan hasil pengembangan dari tracing pasien konfirmasi lainnya. Rinciannya ada 13 pasien kontak erat dari pasien konfirmasi, 5 orang tenaga kesehatan, 4 orang dengan riwayat perjalanan luar kota.

"Lalu 20 orang yang sebelumnya statusnya suspek kini dinyatakan konfirmasi positif. Dua di antaranya sudah meninggal dunia sebelum hasil uji laboratorium keluar," ujar Rio-sapaan dr Widji Lestariono.

Dengan hasil tersebut, hingga 1 September 2020 di Banyuwangi ada 814 kasus konfirmasi Covid-19. Dari jumlah itu 91 pasien sembuh dan 12 meninggal dunia. Sedangkan yang masih dalam perawatan ada 711 orang.

Rio kembali menegaskan bahwa Dinas Kesehatan Banyuwangi masih terus fokus pada penanganan Covid-19 di pondok pesantren. Para santri di ponpes itu masih menjalani masa karantina dan isolasi.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Setiap harinya ada tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di pondok. Nakes tersebut gabungan dari dinas kesehatan kabupaten dan Pemprov Jatim. Total nakes yang setiap harinya terjun di pondok dari kabupaten ada 38 perawat 4 dokter dan dari provinsi ada 30 perawat dan 6 dokter," jelas Rio.

Mereka, kata Rio, ditempatkan di enam titik yang ada di pondok.

"Fungsinya menjaga teman-teman santri untuk tetap disiplin pada protokol kesehatan, sambil menunggu hasil swab," tambahnya.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Selain itu, juga ada petugas puskesmas yang rutin hadir di sana. Ada empat perawat dan satu dokter. Mereka memberikan layanan kesehatan bila ada yang mengalami ganguan kesehatan.

"Tak lupa, rekan sejawat dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan Kementrian Kesehatan yang terus membantu kami dengan aktif," tandas Rio.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.