Rabu, 22 Jul 2026 16:58 WIB

Empat Santri Konfirm Covid-19 di Pesantren Banyuwangi Sembuh

Dapur umum menjadi bagian penting penanganan kasus Covid-19 di salah satu pesantren Banyuwangi
Dapur umum menjadi bagian penting penanganan kasus Covid-19 di salah satu pesantren Banyuwangi

jatimnow.com - Dinas Kesehatan Banyuwangi melaporkan 7 pasien konfirmasi Covid-19 yang dinyatakan sembuh. Empat di antaranya adalah santri salah satu pondok pesantren.

"Alhamdulillah ada empat santri yang dinyatakan sembuh. Mereka memang tergolong OTG dan bergejala ringan sehingga setelah menyelesaikan masa isolasi dan dari hasil pemeriksaan sudah tidak bergejala, maka mereka dinyatakan sembuh. Semoga santri yang lain segera menyusul sembuh," kata Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr Widji Lestariono, Rabu (2/9/2020).

Baca Juga: Bapak dan Anak Pengasuh Ponpes di Malang Ditangkap, Diduga Lecehkan Santriwati

Bersamaan dengan itu, juga dilaporkan adanya penambahan 42 kasus baru. Kasus tersebut merupakan hasil pengembangan dari tracing pasien konfirmasi lainnya. Rinciannya ada 13 pasien kontak erat dari pasien konfirmasi, 5 orang tenaga kesehatan, 4 orang dengan riwayat perjalanan luar kota.

"Lalu 20 orang yang sebelumnya statusnya suspek kini dinyatakan konfirmasi positif. Dua di antaranya sudah meninggal dunia sebelum hasil uji laboratorium keluar," ujar Rio-sapaan dr Widji Lestariono.

Dengan hasil tersebut, hingga 1 September 2020 di Banyuwangi ada 814 kasus konfirmasi Covid-19. Dari jumlah itu 91 pasien sembuh dan 12 meninggal dunia. Sedangkan yang masih dalam perawatan ada 711 orang.

Rio kembali menegaskan bahwa Dinas Kesehatan Banyuwangi masih terus fokus pada penanganan Covid-19 di pondok pesantren. Para santri di ponpes itu masih menjalani masa karantina dan isolasi.

Baca Juga: Tari Jaripah Banyuwangi Sambut Hangat Peserta Media Gathering Pertamina 2026

"Setiap harinya ada tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di pondok. Nakes tersebut gabungan dari dinas kesehatan kabupaten dan Pemprov Jatim. Total nakes yang setiap harinya terjun di pondok dari kabupaten ada 38 perawat 4 dokter dan dari provinsi ada 30 perawat dan 6 dokter," jelas Rio.

Mereka, kata Rio, ditempatkan di enam titik yang ada di pondok.

"Fungsinya menjaga teman-teman santri untuk tetap disiplin pada protokol kesehatan, sambil menunggu hasil swab," tambahnya.

Baca Juga: Ecoton Edukasi Santri Jember soal Deforestasi, Mikroplastik, dan Zero Waste

Selain itu, juga ada petugas puskesmas yang rutin hadir di sana. Ada empat perawat dan satu dokter. Mereka memberikan layanan kesehatan bila ada yang mengalami ganguan kesehatan.

"Tak lupa, rekan sejawat dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan Kementrian Kesehatan yang terus membantu kami dengan aktif," tandas Rio.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.