Selasa, 09 Jun 2026 04:17 WIB

Melihat Kerajinan Cangkir hingga Teko dari Bambu di Ponorogo

Anang Purbantoro menunjukkan kerajinan cangkir dari bambu buatannya
Anang Purbantoro menunjukkan kerajinan cangkir dari bambu buatannya

jatimnow.com - Melimpahnya tanaman bambu di Desa Mojorejo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo membuat ide kreatif Anang Purbantoro muncul. Pria 33 tahun itu mengubah bambu-bambu menjadi cangkir berdaya jual tinggi.

Untuk membuat cangkir dari pohon bambu, pria single ini menyebut bahwa hanya memerlukan alat manual seperti gergaji. Bambu-bambu yang diambil dari belakang rumahnya itu kemudian dipotong menjadi beberapa bagian. Kemudian dibentuk sesuai pola yang diinginkan.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Setelah dibentuk polanya, bagian luar bambu dipotong lalu dihaluskan dengan amplas. Sedangkan untuk finishing, ia memakai mowilex air.

"Tergantung mau dibuat seperti apa. Dicorak seperti apa. Pengen polos pun boleh kok, menyesuaikan pesanan," terang Anang saat ditemui di rumahnya, Sabtu (8/8/2020).

Anang menambahkan, untuk membuat cangkir dari bambu itu hanya membutuhkan waktu relatif singkat. Untuk yang polos hanya memerlukan waktu 3 jam. Sedangkan untuk yang motif membutuhkan waktu berhari-hari, apalagi motif batik.

"Waktunya sehari bisa ndak selesai. Kalau satu set berpola gitu ya empat hari," jelasnya.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Anang mengaku bahwa cangkir dari bambu itu tidak berbahaya. Bahkan kreasi itu sebagai bentuk mengurangi penggunaan plastik.

"Kebanyakan kan sekarang cangkir dari plastik. Dulu mbah-mbah (nenek moyang) kan minum juga menggunakan bumbung (tempat minum dari bambu)," tegasnya.

Untuk satu set cangkir bambu, Anang membandrolnya sekitar Rp 150 ribu. Menurutnya, satu set itu terdiri dari empat gelas, satu teko dan nampan.

Baca Juga: Yayasan di Blitar Ini Kenalkan Potensi Pedidikan Melalui Ibadurrahman Fair 2026

"Beda dengan yang bermotif batik. Kalau yang batik saya jual sebesar Rp 300 ribu satu set," ungkapnya.

Tambah Anang, meski usaha yang digelutinya itu relatif baru, tapi cangkir dari bambu itu sudah dikirim hingga Banyuwangi dan Bogor, Jawa Barat. Omzet selama satu bulan bisa sampai Rp 2,5 juta.

"Saya menjualnya secara online," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.