Senin, 08 Jun 2026 01:34 WIB

13 Kecamatan di Ponorogo ini Masuk Program PISEW 2020

Program PISEW di Ponorogo
Program PISEW di Ponorogo

jatimnow.com - Setelah menerima bantuan pusat program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di 6 kelurahan, kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo kembali mendapatkan program Pembangunan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW).

"Kalau Kotaku itu untuk di tengah kota. Kalau PISEW untuk pinggiran. Kita dapat itu semua dari kementerian PUPR, " ujar Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, Kamis (30/7/2020)

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Program tersebut mulai dikerjakan bulan ini di 26 desa.

"Ini patut disyukuri karena di saat anggaran banyak dipotong untuk penanganan Covid-19, Ponorogo mendapat beberapa program yang cukup penting," katanya.

Bupati Ipong meresmikan pelaksanaan program tersebut di Desa Pangkal, Kecamatan Sawoo.

Tahun ini, Bumi Reog mendapat alokasi Rp 7,8 Miliar dari pemerintah pusat untuk pelaksanaan program tersebut. Terdapat 13 titik proyek infrastruktur PISEW, dikerjakan oleh 26 desa.

Puluhan desa penerima tersebar di 13 kecamatan. Mulai dari Ngrayun, Slahung, Bungkal, Sawoo, Sooko, Pudak, Pulung, Jambon, Badegan, Sampung, Babadan, Jenangan, hingga Ngebel.

"Jadi setiap titik dikerjakan oleh dua desa secara gotong royong," terangnya.

PISEW, lanjut Bupati Ipong, ditujukan untuk memperbaiki infrastruktur di lokasi yang memang selama ini belum tersentuh.

Baca Juga: Adela Kanasya Adies Tebar Kurban untuk Warga Surabaya dan Sidoarjo

Namun, fungsinya vital dalam memacu kegiatan sosial dan perekonomian antar desa. Beberapa proyek yang dapat dikerjakan menggunakan anggaran PISEW bisa berupa perbaikan jalan, parit, talud, dan lainnya.

"Khusus Desa Pangkal, memang masih jauh dari kurang. Tapi kemampuan anggaran kita memang seperti itu. Karenanya, PISEW akan bermanfaat bagi masyarakat," beber Ipong.

Program PISEW digadang sebagai salah satu solusi mengurai masalah kurang memadainya infrastruktur di desa.

Anggota Komisi V DPR Sri Wahyuni mengatakan, pihaknya mengusulkan lebih dari 13 titik kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR).

Baca Juga: Legislator PKB Salurkan Ratusan Hewan Kurban di Jember dan Lumajang

Namun karena pandemi, pemerintah lantas memangkas banyak anggaran untuk penanganan Covid-19. Yang diputuskan kementerian hanya 13 kecamatan. Hanya saja yang melalui dirinya 10 kecamatan.

"3 lainnya dari anggota DPR RI dari Ponorogo juga. Harapannya tentu bisa bermanfaat untuk masyarakat. Terutama petani. Supaya lebih lancar dalam mengangkut hasil pertanian ke tempat mereka jual nantinya," kata Sri Wahyuni.

Pembangunan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW)

- 13 titik infrastruktur antar wilayah desa
- 26 desa mengerjakan tiap titik bersama
- Rp 600 juta per titik
- Rp 7,8 Miliar total anggaran dari kementerian PUPR

(Sumber: Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Ponorogo)

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.