Minggu, 26 Jul 2026 10:53 WIB

Pasien Positif Covid-19 di Ponorogo Bertambah 10 Orang

Ilustrasi
Ilustrasi

jatimnow.com - Santri Pondok (Ponpes) Modern Darussalam Gontor 2 kembali mencatatkan penambahan kasus positif Covid-19 di Ponorogo. Dari total 10 kasus baru, 5 di antaranya dari santri Gontor 2 itu.

"Di Ponorogo terdapat penambahan 10 kasus baru Covid-19. Lima orang adalah santri Gontor 2," ujar Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, Sabtu (18/7/2020).

Baca Juga: Ratusan Prajurit TNI Turun Gunung Bangun Infrastruktur Desa di Ponorogo

Dia menambahkan, 5 orang santri itu merupakan hasil tracking dari kasus sebelumnya. Kelima santri itu sebelumnya di-rapid test dengan hasil reaktif, dilanjutkan dengan tes swab.

"Setelah dilakukan pengambilan swab didapatkan hasil PCR positif. Semenjak dinyatakan reaktif mereka sudah melakukan isolasi di fasilitas isolasi yang disediakan pondok," terang Bupati Ipong.

Menurutnya, seperti santri yang sebelumnya positif, kelima santri itu juga akan dibawa ke Surabaya untuk dirawat di Rumah Sakit Lapangan Jalan Indrapura.

"Karena sesuai kesepakatan, santri asal Gontor yang terkonfirmasi dirawat di Rumah Sakit Lapangan," jelas Bupati Ipong.

Pasien berikutnya yaitu suami istri yang berusia masing-masing 49 tahun dan 38 tahun. Suami istri ini merupakan warga Desa Sambilawang, Kecamatan Bungkal.

Menurutnya, kasus itu berawal dari suami yang mengeluh demam, batuk dan sesak kemudian memeriksakan diri ke rumah sakit. Setelah di-rapid test, hasilnya reaktif. Istrinya yang mengantar juga batuk pilek, sehingga di-rapid test dan hasilnya reaktif.

Baca Juga: Sambut 100 Tahun, Gontor Siapkan Buku Rekam Jejak dan Kontribusi Bagi Bangsa

"Setelah dilakukan pengambilan swab, hasil PCR keduanya positif. Hasil tracing sementara, terdapat empat orang kontak erat dan masih akan dilakukan penelusuran lebih lanjut," jelas Bupati Ipong.

Pasien berikutnya adalah laki-laki berusia 58 tahun. Pasien ini adalah pengasuh sebuah pondok pesantren di Magelang, Jawa Tengah. Pasien ini pulang dari Magelang pada 3 Juli 2020 karena sakit.

"Sempat di rumah selama beberapa hari, kemudian tanggal 13 Juli memeriksakan diri ke RS, hasil rapid test reaktif. Setelah dilakukan pemeriksaan PCR didapatkan hasil positif," ungkapnya.

Hasil tracing sementara didapatkan empat orang kontak erat pasien tersebut selama di Ponorogo dan selanjutnya akan dilakukan pengambilan swab.

Baca Juga: Rayakan Milad ke-63, Ratusan Peserta Semarakkan Fun Run 6,3 KM UNIDA Gontor

Lalu pasien perempuan berusia 31 tahun warga Desa Ploso Jenar, Kecamatan Kauman. Pasien ini kontak erat dengan pasien nomor 48 karena satu kantor. Pasien ini masuk dalam Klaster Ronowijayan.

Terakhir adalah pasien laki-laki berusia 35 tahun warga Desa Winong, Kecamatan Jetis, yang juga hasil tracing dari pasien nomor 48 atau Klaster Ronowijayan.

Kata Bupati Ipong, hasil penelusuran, keluarga pasien ini berada di Surabaya dan selama ini pasien itu sering pulang pergi Surabaya-Ponorogo. Pasien ini dimungkinkan menjadi sumber penularan dari klaster tersebut.

"Saat ini pasien tersebut sedang berada di Surabaya dan akan dirawat isolasi di sana," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.