Selasa, 28 Jul 2026 01:05 WIB

Bupati Ipong Launching Program Ketahanan Dapur di Ponorogo

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 30 Jun 2020 17:18 WIB
Launching program ketahanan dapur di Ponorogo
Launching program ketahanan dapur di Ponorogo

jatimnow.com - Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni melauncing program ketahanan dapur di Desa Nglumpang, Kecamatan Mlarak, Selasa (30/6/2020).

Program itu difokuskan pada penguatan ketersediaan pangan secara mandiri oleh masyarakat di masa Pandemi Covid-19.

Baca Juga: Ratusan Prajurit TNI Turun Gunung Bangun Infrastruktur Desa di Ponorogo

Dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah, masyarakat dapat mencukupi kebutuhan pangan tanpa harus membeli.

"Masyarakat dapat menanam tanaman seperti tanaman obat keluarga (Toga), sayur-sayuran, buah-buahan, dan pembudidayaan ikan dalam ember (budikdamber) di pekarangan rumah," kata Bupati Ipong.

Menurutnya, program sosial ekonomi ini berfungsi untuk menangani dampak Covid-19 yang terjadi di tengah masyarakat.

Diharapkan seluruh desa di Bumi Reog dapat menjalankan program ini sehingga setiap keluarga dapat mencukupi kebutuhan pangan rumah tangga sendiri.

Baca Juga: Sambut 100 Tahun, Gontor Siapkan Buku Rekam Jejak dan Kontribusi Bagi Bangsa

"Kalau semua ini jalan, kebutuhan pangan rumah tangga setiap hari tercukupi. Syukur-syukur bila berlebih mereka bisa menambah jumlah produksi sayuran di Ponorogo. Jadi bisa mengurangi pengeluaran dan menambah pendapatan untuk keluarga," ujarnya.

Dengan budidaya ikan lele yang dipadukan dengan kangkung, program ini juga bisa menjadi solusi mencukupi kebutuhan protein setiap harinya. Ikan lele mudah dibudidayakan di segala jenis kolam.

"Ini yang terus kita dorong untuk dimaksimalkan. Sehingga selama Covid-19 ini masyarakat kita tidak lagi kebingungan dalam urusan dapur," terangnya.

Baca Juga: Vulcan Flow Ponorogo, Tawarkan Konsep Industrial Raw dan Ragam Menu Murah

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan ( Dispertahankan) Ponorogo, Andy Susetyo mengatakan program ini telah dilakukan sejak 2015 lalu dengan nama Kawasan Rumah Pangan Lestari ( KRPL).

"Jadi di satu KRPL bisa ada 19 jenis tanaman, termasuk budidaya ikan lele sebagai protein. Saat ini juga kita kembangkan budidaya jamur merang juga di KRPL yang saat ini dirubah namanya menjadi program ketahanan dapur, karena saat ini kita menghadapi Covid-19," ujarnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.