Sabtu, 06 Jun 2026 15:16 WIB

Peran Dai Milenial dalam Menjaga Pancasila, Meminimalisasi Radikalisme

Dialog dai milenial dengan tema 'Peran Da'i Milenial Dalam Menjaga Pancasila dan Meminimalisasi Radikalisme' digelar secara daring
Dialog dai milenial dengan tema 'Peran Da'i Milenial Dalam Menjaga Pancasila dan Meminimalisasi Radikalisme' digelar secara daring

jatimnow.com - Dialog dai milenial dengan tema 'Peran Da'i Milenial Dalam Menjaga Pancasila dan Meminimalisasi Radikalisme' digelar secara daring (online).

Dialog daring melalui zoom meeting itu digelar oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim pada Sabtu (27/7/2020).

Baca Juga: KPK Angkut 2 Koper Hitam Usai Periksa 15 Saksi Dana Hibah Jatim di Probolinggo

Ketua Umum Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PW NU) Jatim, KH Marzuki Mustamar mengatakan, para dai milenial harus memberi teladan soal menjadi muslim yang baik.

"Selain itu da'i milenial juga dituntut memiliki kesadaran dan tanggungjawab menjaga keamanan, keutuhan dan keharmonisan Negara Indonesia," ujar KH Marzuki.

Sementara Ketua PW Muhammadiyah Jatim Saad Ibrahim menyampaikan pesan bagi dai dalam menjaga Pancasila dan meminimalisasi radikalisme.

"Hendaknya para da'i milenial bisa melakukan dakwah dengan menggunakan teknologi modern khususnya fasilitas medsos mengingat sekarang eranya teknologi digital," ungkap Saad.

Ketua FKPT Jatim Hesti Armiwulan menyatakan bahwa meski dalam kondisi pandemi Covid-19, FKPT Jatim tetap melaksanakan amanah yang diemban yaitu melakukan berbagai program sebagai upaya pencegahan Radikalisme di Jatim.

Sehingga diharapkan melalui sinergitas berbagai stakeholders dan partisipasi dari berbagai pihak secara postitif dengan mengedepankan kearifan lokal, agar dapat menjaga Jatim tetap aman damai dan sejahtera.

Baca Juga: Ekonomi Ngagel Surabaya Mati Suri, Pemprov Jatim Diminta Turun Tangan

"Semua personil FKPT Jatim tetap beraktivitas sesuai dengan tugas dan fungsinya, meski disesuaikan dengan kondisi Pandemi Covid-19. Sejumlah aktivitas via daring telah dilakukan beberapa kali termasuk dengan BNPT. Intinya kewaspadaan dalam menghadapi kemungkinan ancaman tindak kekerasan dan radikalisme tidak boleh kendor," ungkap Hesti.

Sedangkan Kabid Agama Sosial Budaya FKPT Jatim Muhammad Arifin juga menyatakan peran dai sangat urgen dalam menjaga Pancasila dan meminimalisasi paham radikal yang menjurus pada aksi-aksi teror. Sebab dai memiliki tugas yang langsung berhadapan dengan masyarakat.

"Sebagai wujud dari pengamalan sila ketiga dalam Pancasila, yaitu Persatuan Indonesia, maka seorang da’i hendaknya dalam setiap ceramahnya bisa melahirkan persatuan, kesatuan serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan," tambah Arifin.

Arifin juga menyoroti islam datang untuk mengajak umat manusia agar saling asih, mencintai, menyayangi dan melarang untuk saling berpecah belah.

Baca Juga: PAN Jatim Mulai Panaskan Mesin Politik Tatap Pemilu 2029

"Para da’i diharapkan bisa berperan aktif dalam ikut serta memutus rantai radikalisme. Yang perlu kita ketahui bahwa terjadinya gerakan teroris itu melalui proses, berawal dari intoleran menjadi radikal dan berakhir menjadi teroris," tandasnya.

Dialog daring ini juga menghadirkan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.

Emil menyatakan keberadaan serta kehadiran kalangan dai milenial di era globalisasi ini sangat dibutuhkan mengingat perannya bisa berfungsi dalam menjaga ketentraman hidup berbangsa dan bernegara di Indonesia.

"Keberadaan kalangan ustad, kiai atau da’i milenial saat ini sangat dibutuhkan dengan semakin derasnya arus informasi. Maka peran besar para da'i milenial itu menjadi sangat urgen guna menjaga ketentraman hidup di bawah naungan NKRI," ungkap Emil.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.