Rabu, 22 Jul 2026 12:38 WIB

Cerita Penangkapan Para WNA Sindikat Penipuan Online

Ilustrasi (Foto: theinquirer.net)
Ilustrasi (Foto: theinquirer.net)

jatimnow.com - Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Barat dan Polsek Cengkareng mengamankan 11 warga negara asing (WNA) asal Nigeria. Mereka diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan sejumlah anggota Cyber Crime Polda Metro Jaya yang terjadi di Cengkareng, Jakarta Barat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, membenarkan informasi penangkapan 11 WNA tersebut. Yusri menyebut, awalnya kepolisian mengamankan sembilan orang WNA. Kemudian, setelah diselidiki lebih lanjut, terdapat dua orang lainnya yang juga terlibat.

Baca Juga: IASC Selamatkan Rp674 M Dana Korban Penipuan, OJK Perkuat Perlindungan Konsumen

"Awalnya diamankan sembilan orang warga negara Nigeria yang diamankan, semalam ada penambahan dua WNA jadi totalnya ada 11," kata Yusri saat dikonfirmasi, Minggu (28/6/2020).

Yusri menuturkan, 11 WNA itu kini sedang menjalani pemeriksaan intensif di Mapolda Metro Jaya. Selain itu, sambung dia, kepolisian juga akan berkoordinasi dengan pihak imigrasi untuk proses selanjutnya.

"Selanjutnya kita juga berkoordinasi dengan pihak imigrasi, personel imigrasi juga datang ke TKP (tempat kejadian perkara) untuk dideteksi dan ditangani pihak Imigrasi," ungkap Yusri.

Baca juga:  10 WNA Diduga Sindikat Penipuan Online Melawan Saat Ditangkap

Meski demikian, Yusri belum merinci terkait identitas 11 WNA tersebut. Termasuk peran masing-masing saat melakukan aksi pengeroyokan.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Teuku Arsya mengungkapkan, empat anggota polisi menjadi korban pengeroyokan puluhan WNA, Sabtu (27/6/2020). Peristiwa itu terjadi di Apartemen Green Park View Tower F, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.

Baca Juga: Diduga Lakukan Penggelapan, Mantan Calon Bupati Tulungagung Diadukan Polisi

Menurut Arsya, penyebab keributan itu lantaran terjadi kesalahpahaman informasi terhadap para WNA asal Nigeria.

"Keributan diperkirakan karena salah paham informasi ada razia orang asing dari pihak imigrasi, sehingga dari kelompok warga Nigeria melakukan pengadangan, perlawanan dan pengeroyokan terhadap anggota Polri," papar Arsya.

Dia menjelaskan, peristiwa itu bermula saat 15 anggota tim siber Polda Metro Jaya datang ke apartemen tersebut. Arsya mengungkapkan, kedatangan anggota polisi itu untuk melakukan pengembangan penangkapan seorang pelaku penipuan daring bernama Sima Gabriel.

Saat itu, sambung dia, salah satu WN Nigeria berteriak dan mengira kedatangan polisi untuk melakukan razia terhadap WNA. Sontak puluhan WN Nigeria lainnya berdatangan dan melakukan pengeroyokan.

Baca Juga: Ngaku ASN Pemprov Jatim, 2 Pria Tipu Pelaku UMKM di Malang Lewat Modus Koperasi Fiktif

"Tidak lama kemudian sekelompok warga Nigeria langsung tiba-tiba melawan pihak kepolisian dan mengeroyok empat orang personil anggota siber Polda Metro Jaya," papar Arsya.

 

Lihat Artikel Asli

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.