Kamis, 11 Jun 2026 10:53 WIB

Eks TKI Asal Blitar Berkumpul dan Berwiraswasta

  • Penulis : CF Glorian
  • | Sabtu, 12 Mei 2018 16:17 WIB
Suasana TKI di Blitar berkumpul dan saling berbagi ilmu.
Suasana TKI di Blitar berkumpul dan saling berbagi ilmu.

jatimnow.com - Ratusan mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang tergabung dalam Perkumpulan Keluarga TKI dan TKI Purna (Pertakina) Kabupaten Blitar, berkumpul di Dusun Sanan, Desa Dayu, Kecamatan Nglegok, Sabtu (12/5/2018). Mereka memperingati HUT Pertakina.

Ratusan eks TKI, begitu antusias kala mengikuti sejumlah kegiatan yang dilaksanakan oleh Panitia, diantaranya bazar produk UMKM, sosialisasi soal prosedur pemberangkatan kerja ke luar negeri.

Baca Juga: Eks Terpidana Kasus Korupsi, Samanhudi Anwar Terpilih Ketua KONI Kota Blitar

Sejumlah produk UMKM yang dihasilkan juga tak kalah dengan produk yang diproduksi oleh pabrikan. Aneka jajanan, olahan jamur, dan kain tenun hingga miniatur truck dipamerkan dalam stand Bazar Pertakina.

"Kalau truk ini hasil karya suami saya mas. Saya disini sejak kemarin (Jumat 12/05/2018)," kata Masriah (37) eks TKI yang bekerja di Singapura, dan Abu Dhabi, Sabtu (12/05/2018).

Wanita yang tinggal di Desa/Kecamatan Ponggok itu mengaku, menggeluti usaha yang ditekuninya sejak ia pulang dari luar negeri. Hal yang sama diungkapkan oleh Yuni Setyorini (36) eks TKI yang bekerja di Hongkong tersebut.

Ibu anak satu tersebut menggeluti usaha jamur bersama dengan rekannya yang lain sejak tahun 2017. Ia memilih usaha jamur sebagai salah satu cara untuk menambah pemasukan pasca pulang dari luar negeri.

Baca Juga: Mahasiswa UNU Blitar Gelar Aksi, Minta Dosen Pelaku Kekerasan Seksual Dipecat

"Saya terakhir kerja sekitar tahun 2009. Baru kemudian lama terus kenal jamur ini. Alhamdulillah lumayan (hasilnya)," ungkapnya.

Sedikitnya 437 keluarga TKI dan TKI Purna ikut andil dalam acara yang berakhir pada Minggu (13/05/2018) besok. Acara bazar dan pelatihan kewirausahaan itu ditujukan untuk menghapuskan stigma pada masyarakat luas jika eks TKI adalah warga yang tak punya skill.

"Kita ingin hapus (stigma) kalau TKI setelah pulang ndak bisa apa-apa. Tidak punya skill. Kita ingin hapus itu. Kami (Pertakina) juga memberikan upaya pendampingan kepada para TKI Purna maupun keluarga TKI yang anggota keluargannya jadi TKI agar bisa mengelola keuangan dengan baik," imbuh ketua Pertakina Kabupaten Blitar Sulistianingsih.

Baca Juga: Tiga Warga Blitar Terseret Arus Sungai Brantas, Satu Dinyatakan Hilang

Menurutnya, Kegiatan ini selain sebagai pembuktian tentang anggapan miring masyarakat soal eks TKI, juga untuk memberikan edukasi tentang pentingnya menjadi TKI prosedural.

"Makanya kami juga undang Kantor Imigrasi (Kelas II Blitar), LP3TKI dan Disnaker untuk sosialisasi tatacara menjadi TKI yang resmi," pungkasnya.

Reporter: CF Glorian
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.