Minggu, 26 Jul 2026 17:49 WIB

Pasien Covid-19 yang Sembuh akan Didampingi Mahasiswa Kedokteran

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Senin, 08 Jun 2020 16:26 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa

jatimnow.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut tidak ingin pasien yang dinyatakan sembuh dari Virus Covid-19 ketika pulang ditolak oleh keluarga maupun lingkungan tempat tinggalnya.

Bagi pasien yang sembuh diminta transit atau menginap sementara di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur selama dua hingga tiga hari.

Baca Juga: Siswa SMAK Penabur Raih Golden Ticket FK UNAIR 2026, Bukti Konsistensi dan Kerja Keras

"Khusus untuk pasien sembuh, kita sudah mengkoordinasikan beberapa kali untuk bisa mendapatkan semacam konseling," ujar Gubernur Khofifah, Minggu (8/6/2020) malam.

"Tadi juga saya udpate lagi ke Dokter Joni supaya kalau mereka berkenan bisa transit di BPSDM. Transitnya 2 atau 3 hari sambil menyiapkan (sosialisasi agar pasien sembuh bisa diterima) mungkin ke tetangga kanan-kiri bahkan mungkin anggota keluarganya," ujar dia.

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur dr Joni Wahyuadi menerangkan rumah sakit darurat telah merawat 50 pasien. Dari jumlah tersebut yang sudah sembuh 13 pasien.

Namun, ada persoalan yang dihadapi yakni pasien yang sembuh dan diperbolehkan pulang ternyata ada penolakan dari keluarganya maupun lingkungan di sekitar tempat tinggalnya.

"Ternyata tidak mudah memulangkan pasien yang terkena Covid-19. Pengalaman kami kemarin memulangkan 10 orang (sembuh), ternyata ada masalah," kata dr Joni.

Ia menyebut ada keluarga yang tidak mau menerima pasien Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh.

"Ada satu yang keluarganya masih minta agar pasien tersebut dirawat terus di rumah sakit darurat. Jadi nggak diterima oleh keluarganya," terangnya.

Baca Juga: Suarakan SDGs di Korsel, Mahasiswi Unair Jadi Pembicara Termuda WCN 2025

"Kita menginginkan dia bisa diterima di keluarganya maupun di lingkungannya. Nah ini nanti kami sudah koordinasi dengan para dandim, karena memang sudah ditugaskan oleh pangdam. Untuk pasien pasca hospital ini dilakukan sosialisasi dan ditugaskan oleh para dandim agar babinsanya akan menjemput nanti agar bisa diterima oleh masyarakat," terangnya.

dr Joni yang juga Direktur Rumah Sakit dr Soetomo ini menerangkan, pasien positif Covid-19 yang kemudian dalam perawatan dan menjadi negatif itu tidak serta merta harus dilepas tetapi harus dievaluasi.

Untuk itu, Gugus Tugas Covid-19 Pemprov Jatim akan melibatkan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) untuk ikut membantu mengevaluasi dan memberikan konseling dengan di bawah koordinasi dokter ahli.

"Akan melibatkan para mahasiswa kedokteran untuk melakukan surveilance, melibatkan dinas kesehatan sebagai pembimbing surveilance pasca hospital," katanya sambil menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dekan Fakultas Kedokteran Unair.

"Mereka tidak bisa masuk ke rumah sakit, tidak masuk ke Fakultas Kedokteran karena belajarnya dari rumah. Kita carikan pekerjaan juga yang sesuai dengan ilmunya supaya bisa monitor by IT (informasi teknologi) by WA (WhatsApp)," terangnya.

Baca Juga: Beginilah Peran Aktif Babinsa Dalam Pembentukan KMP di Lamongan

Setiap mahasiswa kedokteran akan memonitor satu atau dua orang pasien yang akan hendak pulang.

Mereka akan menanyakan progres pasien selama di rumah sakit, apa kendala yang dihadapi ketika sudah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang.

"Kalau dua orang, tiga orang pasien dimonitor oleh mahasiswa kedokteran dibantu oleh kawan-kawan dokter konsultan," katanya.

"Selama di rumah sakit diapakan saja, progresnya apa, kesulitannya apa, kemudian dua hari sebelum pulang dilakukan sosialisasi ke keluarganya by IT by WA, tidak bisa kontak langsung. Itu akan smooth landing-nya," tandasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.