Minggu, 14 Jun 2026 06:11 WIB

Di Balik Terbitnya Surat Izin Salat Idul Fitri di Masjid Al Akbar

Tangkapan layar Gubernur Khofifah di dalam program 'Sapa Indonesia Malam'
Tangkapan layar Gubernur Khofifah di dalam program 'Sapa Indonesia Malam'

jatimnow.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengaku tidak mengetahui proses keluarnya surat pemberian izin pelaksanaan Salat Idul Fitri di Masjid Al Akbar Surabaya. Surat izin itu telah dicabut.

"Ada surat dari sekda yang ditujukan kepada Masjid Nasional Al Akbar. Saya tidak tahu bagaimana proses sampai kemudian terbitnya surat. Jadi ini bagian dari yang harus saya koreksi ke dalam," kata Khofifah saat wawancara langsung bersama Kompas TV, Senin (18/5/2020) malam.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Rupanya Pak Sekda menyampaikan mendapatkan masukan dari sahabatnya, tokoh dan ulama. Akhirnya mengkomunikasikan kepada Masjid Al Akbar untuk bisa menyelenggarakan Salat Tarawih sampai dengan Salat Idul Fitri dengan berbagai SOP-SOP sesuai protokol kesehatan," imbuhnya.

Menurutnya, ormas-ormas yang disiapkan memang semuanya pada posisi upaya untuk menjaga physical distancing, wudhu di tempat air mengalir, jemaah dijaga dan seterusnya. Ini akan menjadi referensi termasuk bagi masjid-masjid lain di daerah.

"Kami akhirnya juga koordinasi dengan Forkopimda, pagdam, kapolda, kajati. Semua sudah diajak koordinasi. Kemudian tadi pagi juga dilibatkan dalam rakor yang disaksikan Menko Polhukam memberikan arahan pada peserta rapat semua dan akhirnya jam 16.30 Wib, surat dari Sekda sudah dicabut," tegasnya.

"Jadi kita mengimbau kepada warga untuk Salat Idul Fitri di rumah masing-masing. Saya ingin menyampaikan surat yang ditandangani Pak Sekda sesungguhnya hanya ditujukan kepada Masjid Nasional Al Akbar," tambahnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Menurutnya, surat itu kemudian meluas dan seterusnya sehingga persepsi publik seolah-olah Salat Idul Fitri ini bisa dibuka dan dilaksanakan oleh siapa saja.

"Kalau misalnya berkerumun dalam jumlah yang besar itu akan menimbulkan ketidakbaikan karena Salat Idul Fitri akan salaman dan seterusnya akhirnya kerumunan yang besar itu menjadi potensial kemungkinan tersebarnya Virus Covid-19 ini maka itu harus dihindari," ujar Khofifah dalam program 'Sapa Indonesia Malam'.

Dijelaskannya, jadi yang muncul dari ketidakbaikan itu harus dihindarkan dulu daripada melakukan kebaikan berikutnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Apa yang dikhawatirkan akan menjadi pemicu kemungkinan penyebaran virus ini maka itu harus dikedepankan untuk dihindarkan.

"Karena memang seluruh kabupaten kota di Jatim sudah masuk zona merah. Semua kabupaten kota sudah terkonfirmasi positif Covid-19. Ada yang jumlahnya kecil, sedang dan besar. Seperti Surabaya, Sidoarjo yang besar lagi," tandasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Imigrasi Surabaya Sebar 400 Akun APOA untuk Awasi Orang Asing

Imigrasi Surabaya memperkuat pengawasan orang asing melalui APOA dengan 400 akun aktif dan melibatkan hotel, kampus, hingga perusahaan.