Minggu, 07 Jun 2026 02:09 WIB

Melihat dari Dekat Pembuatan Getuk Kurma di Ponorogo

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Minggu, 10 Mei 2020 14:36 WIB
Getuk kurma buatan Siti Fatimah, warga asal Desa Ronosentanan, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo
Getuk kurma buatan Siti Fatimah, warga asal Desa Ronosentanan, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo

jatimnow.com - Satu lagi jajanan unik yang bisa dinikmati saat takjil berbuka puasa di Kota Reog. Jajanan itu adalah getuk kurma buatan Siti Fatimah, warga asal Desa Ronosentanan, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo.

Selain menyehatkan, getuk kurma juga bisa membuat perut menjadi kenyang. Tidak hanya getuk kurma, Siti Fatimah juga membuat getuk dengan aneka rasa, mulai dari rasa coklat, pandan, moca atau original serta rasa stroberi.

Baca Juga: Rujak Uleg King Salmon, Inovasi Mewah Excotel di Festival Rujak Uleg 2026

"Karena saat ini bulan puasa, makanya saya mencoba membuat getuk kurma," ungkap ibu dua anak ini, Minggu (10/5/2020).

Menurut Siti, membuat getuk kurma sama saja dengan membuat getuk dengan aneka rasa pada umumnya. Pertama singkong dikupas dan dibersihkan menggunakan air mengalir. Setelah bersih, singkong dikukus selama kurang lebih dua jam. Baru setelah matang, singkong ditumbuk dengan alat manual.

"Daging dan serat singkong harus dipisahkan biar empuk. Sehingga para pembeli tidak kapok membeli getuk di tempat saya," ujar wanita berusia 38 tahun ini.

Getuk kurma buatan Siti Fatimah, warga asal Desa Ronosentanan, Kecamatan Siman, Kabupaten PonorogoGetuk kurma buatan Siti Fatimah, warga asal Desa Ronosentanan, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo

Untuk memberikan rasa kurma, Siti harus mengambil kurma pilihan kemudian dihaluskan menggunakan blender. Sari kurma lalu dicampurkan ke singkong yang sebelumnya ditumbuk dan dihaluskan. Campuran singkong dan kurma kemudian dimasukan ke dalam cetakan.

"Kalau dilihat sebenarnya mudah. Tapi bedanya penjual getuk lain dengan kami itu inovasi. Kalau berpatokan seperti getuk biasa sudah ditinggalkan orang," paparnya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Siti menyebut bahwa kelebihan getuk kurma ini adalah teksturnya lebih lembut karena seratnya sudah dibuang semua. Selain manis dan enak, getuk kurma juga memiliki karbohidrat dan kalori tinggi.

"Cocok untuk menu berbuka atau membatalkan puasa. Harganya sangat terjangkau hanya 1.500 rupiah per bijinya," tambahnya.

Dia mengaku usaha getuk yang dijalaninya sudah turun menurun tiga generasi sejak 70 tahun lalu. Saat ini, dalam sehari Siti mampu menghabiska 100 kilogram singkong untuk membuat getuk.

"Karena bapak saya pembuat getuk, akhirnya diteruskan kepada kami anak-anaknya," ungkap Sti.

Baca Juga: Daftar Wisata Surabaya Paling Hits untuk Melepas Penat Hari Minggu

Salah satu pelanggan, Rokhimul mengatakan sudah dia kali membeli getuk rasa kurma. Dia menyebut bahwa rasanya lebih enak dan lebih legit.

"Kurmanya terasa. Tapi rasa khas gethuk lidri tidak ketinggalan. Biasanya saya nyoba coklat dan vanila. Puasa ini ada yang rasa kurma, akhirnya coba membelinya," ucapnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.