Kamis, 23 Jul 2026 06:33 WIB

Melihat dari Dekat Pembuatan Getuk Kurma di Ponorogo

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Minggu, 10 Mei 2020 14:36 WIB
Getuk kurma buatan Siti Fatimah, warga asal Desa Ronosentanan, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo
Getuk kurma buatan Siti Fatimah, warga asal Desa Ronosentanan, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo

jatimnow.com - Satu lagi jajanan unik yang bisa dinikmati saat takjil berbuka puasa di Kota Reog. Jajanan itu adalah getuk kurma buatan Siti Fatimah, warga asal Desa Ronosentanan, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo.

Selain menyehatkan, getuk kurma juga bisa membuat perut menjadi kenyang. Tidak hanya getuk kurma, Siti Fatimah juga membuat getuk dengan aneka rasa, mulai dari rasa coklat, pandan, moca atau original serta rasa stroberi.

Baca Juga: Ratusan Prajurit TNI Turun Gunung Bangun Infrastruktur Desa di Ponorogo

"Karena saat ini bulan puasa, makanya saya mencoba membuat getuk kurma," ungkap ibu dua anak ini, Minggu (10/5/2020).

Menurut Siti, membuat getuk kurma sama saja dengan membuat getuk dengan aneka rasa pada umumnya. Pertama singkong dikupas dan dibersihkan menggunakan air mengalir. Setelah bersih, singkong dikukus selama kurang lebih dua jam. Baru setelah matang, singkong ditumbuk dengan alat manual.

"Daging dan serat singkong harus dipisahkan biar empuk. Sehingga para pembeli tidak kapok membeli getuk di tempat saya," ujar wanita berusia 38 tahun ini.

Getuk kurma buatan Siti Fatimah, warga asal Desa Ronosentanan, Kecamatan Siman, Kabupaten PonorogoGetuk kurma buatan Siti Fatimah, warga asal Desa Ronosentanan, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo

Untuk memberikan rasa kurma, Siti harus mengambil kurma pilihan kemudian dihaluskan menggunakan blender. Sari kurma lalu dicampurkan ke singkong yang sebelumnya ditumbuk dan dihaluskan. Campuran singkong dan kurma kemudian dimasukan ke dalam cetakan.

"Kalau dilihat sebenarnya mudah. Tapi bedanya penjual getuk lain dengan kami itu inovasi. Kalau berpatokan seperti getuk biasa sudah ditinggalkan orang," paparnya.

Baca Juga: Sambut 100 Tahun, Gontor Siapkan Buku Rekam Jejak dan Kontribusi Bagi Bangsa

Siti menyebut bahwa kelebihan getuk kurma ini adalah teksturnya lebih lembut karena seratnya sudah dibuang semua. Selain manis dan enak, getuk kurma juga memiliki karbohidrat dan kalori tinggi.

"Cocok untuk menu berbuka atau membatalkan puasa. Harganya sangat terjangkau hanya 1.500 rupiah per bijinya," tambahnya.

Dia mengaku usaha getuk yang dijalaninya sudah turun menurun tiga generasi sejak 70 tahun lalu. Saat ini, dalam sehari Siti mampu menghabiska 100 kilogram singkong untuk membuat getuk.

"Karena bapak saya pembuat getuk, akhirnya diteruskan kepada kami anak-anaknya," ungkap Sti.

Baca Juga: Vulcan Flow Ponorogo, Tawarkan Konsep Industrial Raw dan Ragam Menu Murah

Salah satu pelanggan, Rokhimul mengatakan sudah dia kali membeli getuk rasa kurma. Dia menyebut bahwa rasanya lebih enak dan lebih legit.

"Kurmanya terasa. Tapi rasa khas gethuk lidri tidak ketinggalan. Biasanya saya nyoba coklat dan vanila. Puasa ini ada yang rasa kurma, akhirnya coba membelinya," ucapnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.