Minggu, 14 Jun 2026 06:37 WIB

Awas! Jambret Sasar Ibu-ibu Penjual Sayur di Jagir Wonokromo Surabaya

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Senin, 04 Mei 2020 17:39 WIB
Postingan Nur Sutik, salah satu korban jambret di Jalan Jagir Wonokromo, Surabaya
Postingan Nur Sutik, salah satu korban jambret di Jalan Jagir Wonokromo, Surabaya

jatimnow.com - Aksi penjambretan yang menimpa ibu-ibu penjual sayur di Jalan Jagir Wonokromo, Surabaya viral di media sosial (medsos) Facebook. Korban bernama Nur Sutik itu mengaku sudah melapor ke Polsek Wonokromo.

"Tolong sekali lagi saya minta tolong u bapak2 Polisi/TNI mohon ada patroli walau cuma 15 menit. Shubuh dini hari pukul 03.30 sesama teman penjual sayur kami telah dijambret di jagir arah mau ke mangga dua. Setiap hari selalu ada yang dijambret. Tolongggg," tulis akun Facebook Nur Sutik dalam postingannya seperti dilihat jatimnow.com, Senin (4/5/2020).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Postingan akun Nur Sutik mendapat reaksi dari warganet di kolom berkomentar. Hingga pukul 17.00 Wib, postingan Nur Sutik tersebut mendapatkan 429 like, 165 komentar dan 18 kali dibagikan.

Saat dikonfirmasi, Nur Sutik membenarkan peristiwa penjambretan seperti yang dipostingnya di Facebook tersebut. Ia mengatakan jika yang dijambret adalah teman seprofesinya, yaitu penjual sayur.

"Iya, kejadiannya subuh tadi. Masak ya saya bohong mas. Pelakunya dua orang, pakai motor matik kalau nggak salah. Kasihan ibu penjual sayurnya sampai ndelosor (tersungkur). Nggak tega saya mas," ungkap Nur.

Nur bercerita jika di Jalan Jagir Wonokromo tersebut kerap terjadi penjambretan. Bahkan pada pertengahan April 2020, dirinya juga menjadi korban jambret di jalan itu.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Sering mas, sering terjadi penjambretan di jalan itu. Jalan Jagir arah Mangga Dua ituloh. Kalau saya waktu itu dijambret pas mau kulakan sayur ke pasar. Saya juga ndelosor (tersungkur) waktu itu," tambahnya.

"Saya sudah laporan ke Polsek Wonokromo. Barang saya yang dijambret saat itu handphone Samsung, STNK, KTP, ATM, buku tabungan sama uang," beber Nur.

Selepas dia dijambret, keesokan harinya teman penjual sayurnya juga ada yang dijambret. Dan itu terjadi di jalan yang sama.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Sering pokoknya mas. Mudah-mudahan pak polisi segera bertindak menangkap pelakunya. Kalau bisa tembak aja, karena sangat meresahkan. Kalau kulakan sayur jadi was-was mas," tandasnya.

Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Wonokromo Ipda Arie Pranoto saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya belum mendapat laporan terkait penjambretan tersebut. Meski begitu, pihaknya subuh kemarin mengetahui korban jambret yang dilarikan ke rumah sakit. Tapi belum bisa memastikan identitasnya.

"Kita belum dapat laporan. Untuk korban yang dirawat di rumah sakit itu, kita juga belum bisa memastikan apakah penjual sayur atau tidak. Tapi anggota sudah mengecek ke TKP. Yang pasti untuk saat ini belum ada laporan," tegasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Imigrasi Surabaya Sebar 400 Akun APOA untuk Awasi Orang Asing

Imigrasi Surabaya memperkuat pengawasan orang asing melalui APOA dengan 400 akun aktif dan melibatkan hotel, kampus, hingga perusahaan.