Rabu, 10 Jun 2026 13:39 WIB

Sate Lele, Alternatif Menu Berbuka Puasa di Ponorogo

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Minggu, 26 Apr 2020 14:18 WIB
Sate lele buatan Henri Wiratsongko dan istrinya yang dijual di rumahnya Jalan Tangkuban Perahu, Kelurahan Nologaten, Kabupaten Ponorogo
Sate lele buatan Henri Wiratsongko dan istrinya yang dijual di rumahnya Jalan Tangkuban Perahu, Kelurahan Nologaten, Kabupaten Ponorogo

jatimnow.com - Satu lagi menu alternatif berbuka puasa yang wajib dicoba ketika berkunjung ke Kota Reog, yaitu sate lele. Menu unik itu bisa didapat di Jalan Tangkuban Perahu, Kelurahan Nologaten, Kabupaten Ponorogo.

Salah satu pedagang sate lele di Ponorogo yaitu Henri Wiratsongko dan istri. Di teras rumahnya berukuran 10 kali 3 meter, Henri menggelar dagangannya. Sang istri terlihat membakar sate lele di atas kompor, sedangkan Henri meracik bumbu dari lombok, kacang, kecap dan bawang goreng.

Baca Juga: Rujak Uleg King Salmon, Inovasi Mewah Excotel di Festival Rujak Uleg 2026

"Ada puluhan lele di kolam saya. Jika lele ini saya jual, dihargai sangat murah karena di pasar tidak laku. Kalaupun terus saya pelihara butuh pakan yang sangat banyak," kata Henri, Minggu (26/4/2020).

Dia pun tidak mau usaha peternakan lelenya itu berakhir sia-sia. Akhirnya muncul ide untuk membuat masakan dengan bahan dasar daging lele. Sebab selama ini, Ponorogo sudah dikenal dengan sate ayam dan daging.

"Lele yang saya ternak adalah lele jumbo dengan berat satu ekor bisa mencapai dua kilogram," jelasnya.

Henri Wiratsongko dan istrinya membuat sate lele di rumahnya Jalan Tangkuban Perahu, Kelurahan Nologaten, Kabupaten PonorogoHenri Wiratsongko dan istrinya membuat sate lele di rumahnya Jalan Tangkuban Perahu, Kelurahan Nologaten, Kabupaten Ponorogo

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Henri menjelaskan, untuk membuat sate lele, hal pertama yang harus dilakukan yaitu memfilet dagingnya untuk memisahkan dari duri.

"Setelah daging lele difilet, daging lele kemudian dipotong-potong membentuk dadu dan ditusuk menggunakan tusuk bambu seperti sate pada umumnya," paparnya.

Setelah itu, lele dicelupkan pada bumbu yang telah disiapkan kemudian dipanggang menggunakan papan batu di atas kompor. Menurut Henri, daging lele tidak mudah rusak dan tetap utuh saat dihidangkan.

Baca Juga: Kota Lama Surabaya Punya Destinasi Baru, 10 Regentstraat

Setelah matang, sate lele kemudian disiram dengan bumbu kecap dan sambal kacang seperti halnya sate kambing. Satu porsi sate lele dihargai Rp 15 ribu.

Sementara itu, salah satu pembeli, Charolin Pebriyanti mengaku jika sate lele memilik rasa yang sangat khas. Dagingnya yang lembut dan bumbu kecap khas sate membuat sate lele sangat cocok dinikmati saat berbuka puasa.

"Dagingnya lembut dan gurih. Durinya juga sudah tidak ada," ucapnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.