Senin, 27 Jul 2026 22:20 WIB

Ini Tips Menata Keuangan saat PSBB Corona Jelang Bulan Ramadan

  • Penulis :
  • | Selasa, 21 Apr 2020 19:23 WIB
Perencanaan pengaturan keuangan
Perencanaan pengaturan keuangan

jatimnow.com - Bulan Ramadan 2020 segera datang. Namun, pandemi Virus Corona (Covid 19) masih menyelimuti masyarakat Indonesia.

Bahkan, di wilayah Jawa Timur sendiri, khususnya Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo sudah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Baca Juga: Esensi Silaturrahmi, Melampaui Ego demi Keberkahan Hidup

Keputusan yang ditetapkan tersebut tentunya berdampak di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, pendidikan, dan lain sebagainya. Untuk sektor ekonomi dibutuhkan perencanaan keuangan yang matang menjelang bulan Ramadan 2020.

Lantas, seperti apa tips menata keuangan jelang Ramadan di tengah Pandemi Covid 19?

Dosen STIE Perbanas Surabaya, Meliza Silvi, SE, M.Si, CFP, AWP, berbagi tips merencanakan keuangan dengan baik.

Di saat melakukan aktivitas Stay at Home, Meliza pun turut beraktivitas bekerja dari rumah. Hal penting lain yang perlu dilakukan, dirinya mengajak untuk bijak dalam menata keuangan menjelang Ramadan saat wabah covid-19 ini berlangsung.

"Beberapa waktu lalu, kita sempat melihat masyarakat yang panik dan melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying. Masalahnya, panic buying ini membuat pembelanjaan lebih boros, harga bahan kebutuhan pokok jadi naik, serta barangnya jadi susah diperoleh," jelasnya, Selasa (21/4/2020).

Dosen bidang keuangan ini berbagi tips yang bisa diterapkan untuk menata keuangan menyambut Ramadan 2020.

Dosen STIE Perbanas Surabaya, Meliza Silvi, SE, M.Si, CFP, AWP 

Pertama, mengevaluasi kembali pengeluaran bulanan. Menurutnya, setiap orang perlu mencatat pengeluaran bulanan dan menandai keperluan yang tidak penting, misalnya untuk gaya hidup, seperti beli pakaian, hangout, liburan, nge-mall, dan lainnya.

Baca Juga: Setara Puasa Setahun, Ini Panduan Amalan Syawal Versi Ketua ICMI Jatim

"Alokasi dana untuk pengeluaran tersebut dapat ditekan semaksimal mungkin," jelasnya.

Kedua, menentukan skala prioritas pengeluaran. Menurutnya, memprioritaskan dana yang ada untuk kebutuhan pokok, pangan, sandang, dan papan.

Utamanya ketersediaan pangan atau bahan makanan yang wajib ada di rumah, seperti beras, telor, makanan kering, makanan olahan beku, sayur dan buah-buahan. Semua itu, untuk kebutuhan sehari-hari dan persiapan memasuki bulan Ramadan.

"Kebutuhan personal care seperti peralatan mandi, peralatan kebersihan, dan obat-obatan bebas yang ringan. Kendati demikian, jangan sampai melakukan panic buying, cukup beli seperlunya saja," paparnya.

Ketiga, realokasi anggaran hasil evaluasi dan memprioritaskan untuk keperluan kesehatan. Artinya, dalam kondisi seperti ini, menjaga kesehatan adalah hal yang harus diprioritaskan oleh siapapun.

Baca Juga: AKPI Jatim Gelar Bukber dan Santuni Anak Yatim

Alangkah bijaknya, mengalihkan sebagian dana (realokasi anggaran) untuk keperluan kesehatan. Caranya, dengan membeli produk multivitamin, asupan makanan bergizi, masker, handsanitizer, atau sabun antiseptic secukupnya dan tidak berlebihan.

Terakhir, menyiapkan dana darurat yang dapat digunakan untuk menutupi pengeluaran ekstra.

"Bila tidak memiliki dana darurat, sebaiknya tidak menggunakan dana atau pos masa depan yang juga disiapkan," tegasnya.

Meliza pun menyarankan agar memeriksa kembali dana dan tabungan yang dimiliki setiap orang. Kemudian, mereka bisa perkiraan kecukupan dana untuk bertahan hidup 2-4 bulan ke depan.

"Jika memang ragu, kita bisa mulai mempertimbangkan untuk menjual atau menggadaikan beberapa aset yang dimiliki, seperti perhiasan atau aset likuid yang lain. Kondisi sekarang ini kita membutuhkan dana darurat yang cukup. Semoga kita tetap semangat menyambut Ramadan, untuk beribadah di rumah, berkumpul bersama keluarga dan jangan lupa selalu jaga kesehatan dimanapun berada," pungkasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.