Kamis, 11 Jun 2026 08:35 WIB

Melihat Pembuatan Perahu Nelayan Paciran Lamongan Seharga Rp 1 Miliar

Warga Paciran Lamongan membuat perahu nelayan
Warga Paciran Lamongan membuat perahu nelayan

jatimnow.com - Warga Desa Kandang Semangkon, Kecamatan Paciran, Lamongan yang berada di kawasan Pantai Utara (Pantura) Pulau Jawa dikenal sebagai pembuat perahu tradisional nelayan untuk menangkap ikan.

Aneka ragam jenis perahu tradisional tersebut ada yang berukuran kecil hingga berukuran besar yang berkapasitas puluhan ton.

Baca Juga: Pemkab Lamongan Matangkan Skema Hadapi Kemarau Panjang 2026

Ada dua jenis perahu tradisional berkapasitas besar, umumnya masyarakat setempat menyebut 'Perahu' dan Jonjon (Den Jon).

Seorang tukang pembuat perahu tradisional, Fathur Rozi mengatakan jenis perahu berkapasitas besar biasanya memiliki ukuran panjang antara 7 hingga 9 meter, lebar 4 hingga 6 meter dan tinggi 3 hingga 6 meter dengan kapasitas 30 hingga 50 ton.

"Ciri khas perahu nelayan untuk 'Perahu' pada ujung depannya menjulang tinggi dan lancip. Sedang ciri khas Jonjon ujungnya papak dan sedikit lebih rendah. Untuk pengerjaannya butuh waktu sekitar 5 bulan," jelas Fathur Rozi kepada jatimnow.com, Rabu (15/4/2020).

Ia menyebut biaya pembuatan perahu tradisional ini bisa mencapai Rp 1 Miliar.

"Kalau untuk bodinya saja, harga Perahu sekitar Rp 600 juta lebih, sedang Jonjon Rp 700 juta lebih. Kalau lengkap dengan mesin dan isinya bisa mencapai Rp 1 Milyar," papar dia.

Baca Juga: Misteri Perahu Menyala Tanpa Awak Terjawab, Nelayan Sumenep Ditemukan Meninggal

Menurutnya, harga tersebut dirasa wajar mengingat bahan yang digunakan merupakan jenis kayu jati pilihan yang dibeli secara langsung dari Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Perhutani.

"Kalau dari TPK kualitas kayunya lebih bagus. Selain seratnya lebih keras, kondisi kayunya juga lebih kering," terang Fathur.

Dijelaskannya, jika kekuatan perahu melayan yang dibuat oleh warga Desa Kandang Semangkon mencapai 10 tahun.

"Jika tidak terjadi tabrakan atau terkena bencana lain, perahu perikanan ini kekuatannya bisa mencapai 10 tahun. Setelah itu wajib direparasi" ucapnya.

Baca Juga: Wisata Pantura Lamongan Jadi Destinasi Favorit di Momen Akhir Tahun 2025

Reparasi perlu dilakukan setelah umur perahu perikanan itu telah mencapai 10 tahun.

"Demi keselamatan perahu yang berumur 10 tahun harus direparasi karena kondisinya mulai rapuh," pungkas Fathur.

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.