Minggu, 26 Jul 2026 09:41 WIB

Melihat Pembuatan Perahu Nelayan Paciran Lamongan Seharga Rp 1 Miliar

Warga Paciran Lamongan membuat perahu nelayan
Warga Paciran Lamongan membuat perahu nelayan

jatimnow.com - Warga Desa Kandang Semangkon, Kecamatan Paciran, Lamongan yang berada di kawasan Pantai Utara (Pantura) Pulau Jawa dikenal sebagai pembuat perahu tradisional nelayan untuk menangkap ikan.

Aneka ragam jenis perahu tradisional tersebut ada yang berukuran kecil hingga berukuran besar yang berkapasitas puluhan ton.

Baca Juga: Nyamar Jadi Warga Biasa, Anggota DPRD Lamongan Kecewa Layanan KTP di MPP Lamban

Ada dua jenis perahu tradisional berkapasitas besar, umumnya masyarakat setempat menyebut 'Perahu' dan Jonjon (Den Jon).

Seorang tukang pembuat perahu tradisional, Fathur Rozi mengatakan jenis perahu berkapasitas besar biasanya memiliki ukuran panjang antara 7 hingga 9 meter, lebar 4 hingga 6 meter dan tinggi 3 hingga 6 meter dengan kapasitas 30 hingga 50 ton.

"Ciri khas perahu nelayan untuk 'Perahu' pada ujung depannya menjulang tinggi dan lancip. Sedang ciri khas Jonjon ujungnya papak dan sedikit lebih rendah. Untuk pengerjaannya butuh waktu sekitar 5 bulan," jelas Fathur Rozi kepada jatimnow.com, Rabu (15/4/2020).

Ia menyebut biaya pembuatan perahu tradisional ini bisa mencapai Rp 1 Miliar.

"Kalau untuk bodinya saja, harga Perahu sekitar Rp 600 juta lebih, sedang Jonjon Rp 700 juta lebih. Kalau lengkap dengan mesin dan isinya bisa mencapai Rp 1 Milyar," papar dia.

Baca Juga: Pemkab Lamongan Segera Terapkan Parkir Elektronik, Diharapkan Dongkrak PAD

Menurutnya, harga tersebut dirasa wajar mengingat bahan yang digunakan merupakan jenis kayu jati pilihan yang dibeli secara langsung dari Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Perhutani.

"Kalau dari TPK kualitas kayunya lebih bagus. Selain seratnya lebih keras, kondisi kayunya juga lebih kering," terang Fathur.

Dijelaskannya, jika kekuatan perahu melayan yang dibuat oleh warga Desa Kandang Semangkon mencapai 10 tahun.

"Jika tidak terjadi tabrakan atau terkena bencana lain, perahu perikanan ini kekuatannya bisa mencapai 10 tahun. Setelah itu wajib direparasi" ucapnya.

Baca Juga: Warning BMKG: Gelombang 4 Meter Ancam Selatan Jatim

Reparasi perlu dilakukan setelah umur perahu perikanan itu telah mencapai 10 tahun.

"Demi keselamatan perahu yang berumur 10 tahun harus direparasi karena kondisinya mulai rapuh," pungkas Fathur.

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.