Selasa, 28 Jul 2026 23:12 WIB

Wabah Virus Corona

Melihat Produksi APD dan Masker di SMKN 2 Ponorogo

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 07 Apr 2020 18:24 WIB
Para siswa SMKN 2 Ponorogo saat memproduksi APD dan masker
Para siswa SMKN 2 Ponorogo saat memproduksi APD dan masker

jatimnow.com - Meski belajar di rumah masih berlangsung, tapi sejumlah siswa SMKN 2 Ponorogo mendedikasikan diri untuk membantu pemerintah dalam mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19). Setiap hari, mereka memproduksi alat pelindung diri (APD) dan masker.

"APD maupun masker yang kami produksi sudah kami kirimkan ke Pemprov Jatim," terang Kepala Program Keahlian Tata Busana SMKN 2 Ponorogo, Herning Pakarti, Selasa (7/4/2020).

Baca Juga: Ratusan Prajurit TNI Turun Gunung Bangun Infrastruktur Desa di Ponorogo

Herning menambahkan, pembuatan APD dan masker yang melibatkan para siswanya itu memang atas permintaan Pemprov Jatim. Hingga Minggu (5/4/2020) lalu, sudah ada 34 APD yang yang diproduksi.

"Terbuat dari kain sintetis. Kain itu tidak mudah menyerap keringat," ungkap Herning.

Dia menyebut bahwa pembuatan APD itu sudah mengacu tata cara yang telah diatur. Setelah dikirim ke Pemprov Jatim, APD APD itu akan disebar ke para tenaga medis di sejumlah rumah sakit rujukan pasien Covid-19.

Baca Juga: Sambut 100 Tahun, Gontor Siapkan Buku Rekam Jejak dan Kontribusi Bagi Bangsa

"Sudah kesepakatan sekolah-sekolah yang membuat APD, model standarnya terusan menutup seluruh badan. Tapi tidak disertai pelindung wajah (visor)," jelasnya.

Selain APD, SMKN 2 Ponorogo juga memproduksi masker berbahan kain perca satu lapisan. Meski begitu, Herning menyebut bahwa masker itu cukup efektif menyaring virus dan bakteri.

"Sesuai anjuran pemerintah, masker kain untuk masyarakat umum yang sehat. Sedangkan masker medis hanya untuk tenaga medis dan pasien yang sudah terpapar," terang Herning.

Baca Juga: Vulcan Flow Ponorogo, Tawarkan Konsep Industrial Raw dan Ragam Menu Murah

Terkait jumlah yang akan diproduksi, Herning belum dapat memastikan. Sebab sekolah saat ini kekurangan tenaga. Sebelumnya masih ada sekitar 40 siswa yang membantu produksi. Saat ini tinggal 10 orang.

"Untuk masker rencananya akan kami bagikan langsung kepada pengguna jalan dan masyarakat yang membutuhkan," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.