Minggu, 26 Jul 2026 18:26 WIB

Anak Bupati Magetan Jadi Relawan Penanganan Pasien Covid-19

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 31 Mar 2020 11:33 WIB
Bupati Magetan Suprawoto bersama istri dan anak-anaknya termasuk Melati Arum Satiti (pakaian dokter)
Bupati Magetan Suprawoto bersama istri dan anak-anaknya termasuk Melati Arum Satiti (pakaian dokter)

jatimnow.com - Bupati Magetan Suprawoto mengaku sempat menangis saat anak pertamanya meminta izin menjadi dokter relawan untuk menangani pasien Virus Corona (Covid-19). Putri sulungnya itu bernama Melati Arum Satiti.

"Saya sempat menangis. Dengan kondisi Magetan terkonfirmasi positif Corona sebanyak 9 orang. Dan anak saya izin menjadi relawan," kata Bupati Suprawoto melalui pesan singkat, Selasa (31/3/2020).

Baca Juga: Relawan di Tulungagung Meninggal Dunia Usai Kerja Bakti di Candi Dadi

Dia menambahkan, meski sempat menangis saat Melati meminta izin untuk menjadi dokter relawan penanganan Virus Corona, tetapi akhirnya dia memberikan izin dengan sepenuh hati atas langkah putrinya tersebut. Dia hanya berpesan agar Melati bekerja dengan hati.

"Saya katakan, bertanyalah kepada hati nuranimu. Karena hati nurani tak pernah bohong. Kalau saya sangat merestui," ujar Bupati Suprawoto.

Melati adalah seorang dokter spesialis anak lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan kini menjadi dokter relawan di RSUD Provinsi Banten.

Meski menjadi dokter pasien Covid-19 sangat berisiko, Bupati Suprawoto menyerahkan sepenuhnya langkah dan risiko yang harus dihadapi kepada anaknya itu.

Baca Juga: Land Convoy Gaza, Relawan Asal Surabaya Gabung Misi Global di Rafah

"Saya tahu itu berisiko dan sekaligus mengancam nyawa. Namun sebagai dokter pasti sudah paham betul apa yang mesti dilakukan dan tidak dilakukan," imbuhnya.

Dia mengaku ikhlas anaknya menjadi dokter relawan Covid-19. Sebab keberadaan dokter spesialis anak sangat dibutuhkan untuk menangani pasien anak yang terjangkit Virus Corona.

"Alasan yang disampaikan anak saya karena rumah sakit sangat membutuhkan dokter spesialis anak yang bersedia merawat pasien anak terpapar Covid-19," tambah Bupati Suprawoto.

Baca Juga: Teman Baik Bangun Sumur Bor dan Pulihkan Trauma Warga Aceh Tamiang

Di Kabupaten Magetan, jumlah orang yang meninggal dunia sekaligus terkonfirmasi positif yaitu satu orang. Pasien terkonfirmasi positif 9 orang. Pasien dalam pengawasan (PDP) 9 orang serta orang dalam pemantauan (ODP) 43 orang.

Untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona, Pemkab Magetan membuka 6 posko pengawasan di 6 pintu masuk. Setiap kendaraan yang lewat disemprot desinfektan dan penumpangnya dicek suhu tubuhnya. Pembatasan jam operasional sejumlah toko juga diterapkan.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.