Rabu, 22 Jul 2026 17:47 WIB

Komisi Fatwa MUI Gelar Rapat Secara Online

Rapat online Komisi Fatwa MUI
Rapat online Komisi Fatwa MUI

jatimnow.com - Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menginisiasi rapat online melaksanakan protokol untuk sosial distance dan meminimalisir perjumpaan secara fisik dalam jumlah massif, Rabu (18/3/2020).

Rapat dipimpin Sekretaris Komisi Fatwa Asrorun Niam Sholeh itu membahas berbagai masalah keagamaan, diantaranya tentang produk pangan halal dan tindak lanjut fatwa tentang pelaksanaan ibadah saat situasi terjadi wabah Virus Corona (Covid-19).

Baca Juga: MUI Haramkan Buang Sampah ke Sungai, BRUIN: Harus Sasar Produsen Plastik

"Ada permasalahan penting yang dibahas Komisi Fatwa, namun kami juga konsens untuk mencegah peredaran Covid-19 dengan meminimalisir pergerakan keluar. Karenanya kami laksanakan rapat secara online", ujar Niam.

Ia menjelaskan, rapat diikuti oleh 37 anggota Komisi Fatwa MUI bersama dengan tim dari LPPOM MUI.

"Ada 87 produk yang dilakukan pembahasan untuk memperoleh penetapan fatwa. Dari 87 produk, ada lima produk yang memperoleh pendalaman secara lebih lanjut. Pembahasan cukup alot, namun akhirnya bisa disepakati," ujarnya.

Baca Juga: Wisuda Dai dan Santunan 100 Yatim Meriahkan Maulid Nabi di Sukolilo

Di samping pembahasan tentang produk halal, Komisi Fatwa juga mendiskusikan tentang hukum tanam benar dan botox untuk kecantikan, yang lazim dipraktekkan oleh klinik kecantikan.

Rapat juga membahas tentang sosialisasi fatwa nomor 14/2020 tentang penyelenggaraan ibadah saat situasi terjadi wabah Covid-19.

"Perlu sosialiasi secara memadai kepada masyarakat agar fatwa ini dipahami secara utuh dan benar," kata dia.

Baca Juga: Pasca-Penembakan di Jakarta, Kantor MUI Jatim Disebut Aman-aman Saja

Hasil evaluasi yang dilakukan, ujar Niam, sebagian masyarakat salah paham terhadap fatwa sehingga responnya berbeda-beda.

"Ada yang langsung memaksa menutup masjid meski kawasannya aman. Sebaliknya ada juga yang memaksakan diri datang ke masjid meski dalam kondisi sakit. Untuk itu masyarakat perlu memahami secara utuh," pungkas dosen Pascasarjana UIN Jakarta ini.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.