Senin, 27 Jul 2026 13:08 WIB

Perjuangan Ganda Melawan Leukemia Selama 7 Tahun

Dwi Ganda Putra bersama ayahnya, Soleh Cahyono di rumahnya Dusun Modopuro, Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto
Dwi Ganda Putra bersama ayahnya, Soleh Cahyono di rumahnya Dusun Modopuro, Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto

jatimnow.com - Seorang remaja bernama Dwi Ganda Putra (14), warga Dusun/Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto menderita penyakit leukemia atau kanker darah.

Putra kedua pasangan Soleh Cahyono (55) dan Ribut Setiowati (44) itu divonis mengidap leukemia sejak berumur 7 tahun atau kelas 1 sekolah dasar.

Baca Juga: Telapak Temukan Dugaan Pencemaran Kali Porong Mojokerto, Bakal Lapor Menteri LH

"Awalnya panas lalu diperiksa ke dokter panas biasa. Lalu kemudian dibawa ke RSUD Prof dr Soekandar sempat operasi kepala katanya ada tumor di kepala. Setelah anaknya sembuh dibawa ke RSU dr Soetomo Surabaya, di sana anak saya divonis sakit leukemia," terang Setiowati saat ditemui di rumahnya, Rabu (11/3/2020).

Saat ini, Ganda sudah menjalani beberapa kali kemoterapi sejak Tahun 2013 hingga 2020. Biaya kemoterapi dan obat yang harus dikonsumsi memang sudah ditanggung Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Dwi Ganda Putra bersama ibunya, Ribut SetiowatiDwi Ganda Putra bersama ibunya, Ribut Setiowati

Namun ayah Ganda yang hanya pekerja serabutan dan ibunya bekerja sebagai buruh cuci masih harus membeli obat yang tidak tercover KIS.

Baca Juga: STB Gandeng Muhammadiyah Jatim, 500 Siswa Bakal Belajar ke Singapura

"Kemoterapi gratis, kita dapat KIS dari pemerintah. Hanya saja kadang kita harus beli obat tertentu," jelasnya.

Saat ini Ganda harus menjalani perawatan ketat di rumah dan terpaksa tidak bersekolah. Seharusnya ia tercatat duduk di bangku kelas VII SMPN 2 Mojosari.

"Kami sudah minta izin ke sekolah agar anak kami menjalani pengobatan secara full. Kata dokter baru boleh dikhitan setelah tidak mengonsumsi obat selama 5 tahun. Namun baru 4 tahun tidak minum obat sekarang sudah minum obat lagi," tuturnya.

Baca Juga: Ujian Kelulusan Unik, Siswa SMP Labschool Unesa 3 Pamerkan Karya Inovatif

Sementar Soleh sang ayah mengaku tidak menyerah untuk membiayai pengobatan anaknya meskipun ia hanya pekerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu.

"Dengan niat bismillah dan uang yang kami punya, anak kami bisa menjalani pengobatan sampai sekarang," tandas Soleh.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.