Senin, 08 Jun 2026 16:03 WIB

Pria yang Diisolasi di RS Mojokerto Kondisinya Membaik

Ruang isolasi RSUD Prof Dr Soekandar Mojosari
Ruang isolasi RSUD Prof Dr Soekandar Mojosari

jatimnow.com - Seorang pria yang menjalani perawatan di RSUD Prof Dr Soekandar Mojosari, Kabupaten Mojokerto merupakan warga negara asing (WNA) asal India berusia 46 tahun.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Prof Dr Soekandar, dr Djalu Naskutub mengatakan pria itu datang diantar teman karena takut terjangkit virus Corona (Covid 19) pada Rabu (4/3).

Baca Juga: WNA Penumpang Kereta Api Alami Peningkatan di Daop 9 Jember

Baca juga: Seorang Pria Diisolasi di RS Mojokerto

"Masuknya pasien ini pukul 15.21 kemarin dengan kondisi batuk, pilek dan panas dan diantar oleh temannya dari perusahaan di daerah Ngoro. Observasi awal seperti sakit batuk, pilek, panas dilakukan rontgen dan hasil rontgen ada infeksi di paru kemungkinan dari batuknya itu lalu kami observasi lebih lanjut," kata dr Djalu, Kamis (5/3/2020).

Ia menambahkan, dari rekam jejak pasien itu sempat bertemu dengan kolega atau pimpinan yang juga warga negara asing.

"Dari informasi, satu atau dua minggu bertemu dengan pimpinannya juga WNA India dan timbul gejala itu. Saat ini pasien dirawat di ruang isolasi untuk penanganan yang dicurigai terkait dengan hal-hal penularannya tinggal nanti kami koordinasi dengan balai besar laboratorium kesehatan (BBLK) di Surabaya," terangnya.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

Pasien saat ini, lanjut Djalu, masih dalam perawatan dan kondisinya semakin membaik serta masih menunggu hasil laboratorium dari BBLK.

"Penanganan yang bersangkutan awalnya langsung disini (RSUD Prof dr Soekandar). Informasinya pasien ini bertemu dengan koleganya di Mojokerto, koleganya itu datang kesini. Untuk lebih lengkapnya nanti dokter spesialis paru yang bisa menjelaskan," tukasnya.

Sementara itu, dokter penanggung jawab atau dokter spesialis paru Gigih Setiawan menyebut, WNA yang saat ini dalam perawatan merupakan pasien dalam pengawasan bukan suspect corona.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

"Kalau hasil swap negatif ya sudah obati dia sebagai mana pneumonia mungkin sebab dengan yang lain, kalau dia positif barulah disebut conferm corona virus. Pasien ini masuk kategori pasien dalam pengawasan, alhamdulilah dapat laporan dari tadi pagi membaik," ujarnya.

Gigih menyebut untuk menangkal virus Corona atau pencegahannya hidup bersih dan sehat.

"Pencegahannya perilaku hidup bersih dan sehat kayak cuci tangan dengan antiseptik, makan bergizi, istirahat cukup, tidak merokok, hindari tempat keramaian," pungkasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.