Kamis, 23 Jul 2026 17:56 WIB

Muncul Gerakan 'Penghadangan' Machfud Arifin di Pilwali Surabaya?

  • Penulis : Jajeli Rois
  • | Minggu, 23 Feb 2020 20:14 WIB
Logo WhatsApp
Logo WhatsApp

jatimnow.com - Muncul gerakan 'penghadangan' Bakal Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin. Upaya 'penghadangan' itu terlihat dari sebuah Grup WhatsApp.

Informasi yang diterima, admin WA grup memberinya nama 'Pilkada Sby tnpa M Arifin' memasukan berbagai orang yang sebagian politisi untuk dijadikan sebagai anggota grup.

Baca Juga: Dosen Ilmu Politik Unesa Soroti Konsolidasi Kekuasaan-Strategi Geopolitik Nasional

Sang admin menginginkan anggota grup tersebut adalah orang yang bermutu dan dalam pesannya siap ganyang MA atau Machfud Arifin.

Selain itu, orang yang membuat Grup 'Pilkada Sby tnpa M Arifin' berinisial DT itu menuliskan kata-kata yang terkesan menyerang Machfud Arifin. Informasi yang diterima, DT itu berasal dari Jakarta.

Berikut isi pesan DT yang bernada provokatif tersebut:

"Selamat pagi sedulur. Grup ini saya buat untuk kebersamaan kita. Tidak ada lagi orang yang nyampah ngoceh ora mutu di grup. Juga dipastikan tidak ada orang2 pendukung Machfud Arifin", tulis DT.

Pesan Grup WhatsApp Pilkada Sby tnpa M Arifin

Terkait grup WA tersebut Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Surabaya, Agil Akbar tidak bisa berbuat banyak. Pasalnya hal itu masuk ranah pribadi.

"Saya pikir itu domain pribadi masing-masing pengguna teknologi," kata Agil saat dikonfirmasi jatimnow.com, Minggu (23/2/2020).

Pemilihan Wali Kota Surabaya yang akan digelar pada 23 September 2020, baru nama Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin yang sudah mendeklarasikan diri sebagai bakal calon wali kota Surabaya.

Baca Juga: Menyoal Konsistensi Komunikasi Publlik Pejabat Negara

Mantan Kapolda Jatim itu sudah mendapatkan rekomendasi dari koalisi partai politik dari PKB, PAN, Gerindra, Demokrat, PPP dan Partai NasDem.

Sedangkan PDIP yang memiliki 15 kursi dan bisa mengusung pasangan calon wali kota dan wakil wali kota, belum mengumumkan rekomendasi.

Tampilan foto Grup WhatsApp Pilkada Sby tnpa M Arifin

Sedangkan Partai Golkar, PSI dan PKS sampai saat ini juga belum memberikan rekomendasi bakal calon yang diusungnya di Pilwali Surabaya.

Baca Juga: PKS Jatim Siapkan Pasukan Trainer API, Cetak Pemimpin Lewat Sistem

Tim pemenangan Machfud Arifin menginginkan proses Pilwali Surabaya bisa berlangsung damai tanpa ada upaya provokasi.

"Kita menginginkan pilwali damai, tenang, nyaman tidak ada yang bersifat provokatif. Jadi semua ikut menikmati," kata Ketua Tim Pemenangan Machfud Arifin, Miratul Mukminin atau Gus Amik.

Ia menambahkan, pemilihan kepala daerah adalah proses demokrasi dan sebuah pendidikan politik.

"Masyarakat juga mestinya diberi suasana nyaman tidak menakutkan," katanya.

"Biasa-biasa saja. Kita sebagai tim pemenangannya Pak Machfud Arifin menanggapi (grup) biasa-biasa saja. Harapannya jangan ada upaya provokatif," tambah Gus Amik.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.