Jumat, 12 Jun 2026 04:08 WIB

Jalan Ponorogo-Pacitan Ambles 10 Meter, Ini Rekomendasi PVMBG

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Minggu, 23 Feb 2020 14:22 WIB
Jalan Raya Ponorogo-Pacitan yang ambles
Jalan Raya Ponorogo-Pacitan yang ambles

jatimnow.com - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengecek Jalan Raya Ponorogo-Pacitan di KM 226 yang ambles sepanjang 6 meter dengan lebar 3 meter dan kedalaman 10 meter.

Hasilnya, tim PVMBG merekomendasi ada jalur air yang dialirkan di sisi sepanjang jalan.

Baca Juga: Tingkatkan Produktivitas Ayam Broiler di Pacitan, Alumni UGM Beri Pendampingan

"Rekomendasinya harus ada jalur khusus untuk air," kata Kabid Mitigasi Gerakan Tanah PVMBG Kementerian ESDM, Agus Budianto saat di lokasi, Minggu (23/2/2020).

Baca juga: Jalan Ponorogo-Pacitan Ambles 10 Meter, Kendaraan Berat Dialihkan

Ia menjelaskan, di bawah jalan yang ambles terdapat batuan yang mengalami keretakan. Jika terkena air, dikhawatirkan akan lepas dan menyebabkan jalan akan ambles kembali.

Selain itu, tebing yang berada di KM 226 harus diperkuat. Jalur air untuk tidak diarahkan ke jurang melainkan di sisi jalan yang berada tepat dibawah tebing.

"Jangan sampai air masuk ke dalam rekahan jalan, ditambah di sini kan jalur utama penghubung Ponorogo-Pacitan. Banyak kendaraan besar lalu lalang dan ini bisa menyebabkan tanah ambles," terangnya.

 

Kepala UPT Pembangunan Jalan dan Jembatan (PJJ) Dinas PU dan Bina Marga Pemprov Jatim Wilayah Madiun, Marijatoel Kittijah mengatakan pihaknya melakukan perbaikan namun sifatnya hanya sementara.

Baca Juga: Emil Dardak Gerak Cepat Tangani Sengketa Lahan di Pacitan

"Perbaikan yang bersifat sementara dengan memotong tembok penahan jalan agar bisa geser sedikit," katanya.

Menurutnya, penggeseran jalan ini untuk penanganan darurat hingga normalisasi permukaan jalan terlaksana.

Selain itu, pihaknya juga memasang bronjong agar tidak terjadi longsor susulan.

"Kami juga akan menguruk lagi untuk normalisir badan jalan," lanjutnya.

Marijatoel menambahkan sejak tahun 2019 lalu pihaknya juga telah melakukan penyelidikan geolistik bersama dengan UGM.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Hasilnya, tanah khas Slahung didominasi oleh tanah lempung dan berpasir. Akibatnya jika ada aliran air dipastikan tanahnya akan longsor.

"Sampai kedalaman 30 meter, tidak ada tanah keras. Adanya cuma tanah lempung dan pasir, kena air tidak ada penahannya jadi longsor," pungkas Marijatoel.

Jalan Raya Ponorogo-Pacitan yang ambles sejak Kamis (20/2) membuat polisi menutup sementara bagi kendaraan kendaraan roda 6 atau lebih untuk melintas. Jalur di Desa Wates itu hanya bisa dilalui dengan mobil atau roda dua.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.