Selasa, 28 Jul 2026 01:25 WIB

Jalan Ponorogo-Pacitan Ambles 10 Meter, Ini Rekomendasi PVMBG

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Minggu, 23 Feb 2020 14:22 WIB
Jalan Raya Ponorogo-Pacitan yang ambles
Jalan Raya Ponorogo-Pacitan yang ambles

jatimnow.com - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengecek Jalan Raya Ponorogo-Pacitan di KM 226 yang ambles sepanjang 6 meter dengan lebar 3 meter dan kedalaman 10 meter.

Hasilnya, tim PVMBG merekomendasi ada jalur air yang dialirkan di sisi sepanjang jalan.

Baca Juga: Ratusan Prajurit TNI Turun Gunung Bangun Infrastruktur Desa di Ponorogo

"Rekomendasinya harus ada jalur khusus untuk air," kata Kabid Mitigasi Gerakan Tanah PVMBG Kementerian ESDM, Agus Budianto saat di lokasi, Minggu (23/2/2020).

Baca juga: Jalan Ponorogo-Pacitan Ambles 10 Meter, Kendaraan Berat Dialihkan

Ia menjelaskan, di bawah jalan yang ambles terdapat batuan yang mengalami keretakan. Jika terkena air, dikhawatirkan akan lepas dan menyebabkan jalan akan ambles kembali.

Selain itu, tebing yang berada di KM 226 harus diperkuat. Jalur air untuk tidak diarahkan ke jurang melainkan di sisi jalan yang berada tepat dibawah tebing.

"Jangan sampai air masuk ke dalam rekahan jalan, ditambah di sini kan jalur utama penghubung Ponorogo-Pacitan. Banyak kendaraan besar lalu lalang dan ini bisa menyebabkan tanah ambles," terangnya.

 

Kepala UPT Pembangunan Jalan dan Jembatan (PJJ) Dinas PU dan Bina Marga Pemprov Jatim Wilayah Madiun, Marijatoel Kittijah mengatakan pihaknya melakukan perbaikan namun sifatnya hanya sementara.

Baca Juga: Sambut 100 Tahun, Gontor Siapkan Buku Rekam Jejak dan Kontribusi Bagi Bangsa

"Perbaikan yang bersifat sementara dengan memotong tembok penahan jalan agar bisa geser sedikit," katanya.

Menurutnya, penggeseran jalan ini untuk penanganan darurat hingga normalisasi permukaan jalan terlaksana.

Selain itu, pihaknya juga memasang bronjong agar tidak terjadi longsor susulan.

"Kami juga akan menguruk lagi untuk normalisir badan jalan," lanjutnya.

Marijatoel menambahkan sejak tahun 2019 lalu pihaknya juga telah melakukan penyelidikan geolistik bersama dengan UGM.

Baca Juga: Vulcan Flow Ponorogo, Tawarkan Konsep Industrial Raw dan Ragam Menu Murah

Hasilnya, tanah khas Slahung didominasi oleh tanah lempung dan berpasir. Akibatnya jika ada aliran air dipastikan tanahnya akan longsor.

"Sampai kedalaman 30 meter, tidak ada tanah keras. Adanya cuma tanah lempung dan pasir, kena air tidak ada penahannya jadi longsor," pungkas Marijatoel.

Jalan Raya Ponorogo-Pacitan yang ambles sejak Kamis (20/2) membuat polisi menutup sementara bagi kendaraan kendaraan roda 6 atau lebih untuk melintas. Jalur di Desa Wates itu hanya bisa dilalui dengan mobil atau roda dua.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.