Jumat, 12 Jun 2026 13:38 WIB

Tiga Cara UNICEF Cegah Bullying dan Kekerasan Terhadap Anak

  • Penulis : Moch Rois
  • | Rabu, 12 Feb 2020 12:13 WIB
UNICEF Wilayah Jawa saat mengunjungi SD Al Kautsar Kelurahan Bugul, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan
UNICEF Wilayah Jawa saat mengunjungi SD Al Kautsar Kelurahan Bugul, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan

jatimnow.com - The United Nations Children's Fund (UNICEF) Unicef mengungkap fakta jika bullying atau perundungan terhadap anak, sekarang semakin marak. Bahkan dari data mereka saat ini, satu di antara lima anak jadi korban bullying.

"Unicef menggaris bawahi dua kasus kekerasan terhadap anak, pertama yakni kaaus seksual terhadap anak dan kedua yang trend-nya sedang tinggi ini adalah kasus bullying atau perundungan. Lha itu, 1 dari 5 anak mengalami perundungan," jelas Direktur UNICEF Wilayah Jawa, Arie Rukmantara, Selasa (11/2/2020).

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Dalam kunjungannya ke Sekolah Dasar (SD) Al Kautsar Kelurahan Bugul, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, UNICEF tidak menampik jika jumlah kedua kasus tersebut bertambah setiap tahunnya.

"Tidak ada peningkatan drastis, namun risikonya masih tinggi," tutur Arie.

Berbagai upaya pendampingan pun telah dilakukan pemerintah dalam melakukan penanganan kekerasan terhadap anak tersebut. Namun sejumlah kegiatan dan dana, baik dari UNICEF hingga pemerintah ternyata masih kurang maksimal.

Baca Juga: Antisipasi Perundungan, SMPN 5 Probolinggo Perketat Pengawasan Lewat CCTV

"Hal itu dikarenakan ketidaktahuan adanya sistem pencegahan kekerasan terhadap anak," bebernya.

Untuk itu, UNICEF bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencanangkan program one stop service yang dinamai Pusat Kesejahteraan Sosial Anak Integratif (PKSAI), sebagai upaya pencegahan kasus kekerasan terhadap anak.

Baca Juga: Kasus Dugaan Perundungan Siswa SD di Kediri Diselesaikan Lewat Mediasi

Tak hanya soal perundungan, dalam PKSAI ini semua masalah anak mulai dari imunisasi, beasiswa anak hingga pemenuhan gizi bakal dilayani secara one stop service.

"Untuk langkah stategisnya terkait perundungan ada tiga hal yang kita siapkan, pertama dengan one stop service itu. Kedua, kita masuk ke sekolah untuk mengenalkan disiplin positif. Ketiga, kita ingin menciptakan kader-kader antibullying di sekolah-sekolah," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.