Minggu, 07 Jun 2026 08:49 WIB

Lahir Berkepala Dua, Anak Sapi ini Bikin Heboh Warga Blitar

  • Penulis : CF Glorian
  • | Kamis, 06 Feb 2020 18:50 WIB
Anak sapi di Blitar yang bikin heboh warga
Anak sapi di Blitar yang bikin heboh warga

jatimnow.com - Seekor anak sapi berjenis simental milik Samukan, warga Dusun Pacuh, Desa Penataran, Nglegok, Kabupaten Blitar lahir dengan kondisi berbeda dari biasanya.

Anakan sapi tersebut yang yang lahir pada Kamis (6/2/2020) sekitar pukul 06.00 Wib memiliki dua kepala, dua mulut, dan dua lidah serta tiga mata.

Baca Juga: Eks Terpidana Kasus Korupsi, Samanhudi Anwar Terpilih Ketua KONI Kota Blitar

"Baru pertama kali ini saya melihat anakan sapi yang aneh," kata Samukan.

Ia menceritakan, anakan sapi itu lahir dari hasil kawin suntik atau sering disebut Inseminasi Buatan (IB). Usia lahirnya kurang dari usia kehamilan sapi pada umumnya.

"Biasanya sepuluh bulan. Kalau ini (anakan sapi) sembilan bulan sepuluh hari," ujarnya.

Secara fisik, mulai tubuh hingga leher sapi terlihat normal. Keanehan terjadi di kepalanya. Anakan sapi itu punya dua dahi, dua pasang mata, dan dua mulut.

Samukan mengaku ingin menjualnya. Ia menawarkan harga Rp 15 juta jika ada yang ingin membeli.

Baca Juga: Mahasiswa UNU Blitar Gelar Aksi, Minta Dosen Pelaku Kekerasan Seksual Dipecat

"Sebelum lahir saya tidak punya firasat apa apa. Mimpi juga tidak. Terus paginya saya lihat ya begini," ujarnya.

Fenomena sapi berkepala dua ini membuat heboh tetangganya. Tidak jarang warga memposting gambar sapi itu ke media sosial.

Sementara itu, fenomena sapi berkepala dua ini merupakan hal yang lumrah karena kelainan genetik.

Dalam dunia peternakan hewan, hal itu terjadi karena sel telur yang dibuahi tidak berpisah sempurna.

Baca Juga: Tiga Warga Blitar Terseret Arus Sungai Brantas, Satu Dinyatakan Hilang

"Selnya yang harusnya memisah itu tidak berpisah sempurna. Sebenarnya itu kembar tapi tidak terpisah sempurna atau kembar siam," kata drh Nanang Miftahudin.

Ia memperkirakan anakan sapi itu akan kesulitan mengunyah sehingga usia hidupnya tidak akan lama.

"Pedet (anakan sapi) itu akan kesulitan mengunyah dan lainnya. Mungkin tidak akan hidup lama," pungkas dokter hewan lulusan UGM tersebut.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.