Minggu, 14 Jun 2026 04:09 WIB

Tampung Aspirasi, Pakde karwo Janji Sampaikan Tuntutan Buruh ke Pusat

Gubernur Jawa Timur saat menemui massa aksi May Day di Jalan pahlawan Surabaya.
Gubernur Jawa Timur saat menemui massa aksi May Day di Jalan pahlawan Surabaya.

jatimnow.com - Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengaku siap memfasilitasi tuntutan para buruh pada aksi May Day kali ini, Selasa, (1/5/2018).

Dihadapan ribuan buruh, Soekarwo mengaku siap memfasilitasi keinginan buruh. Namun pihaknya masih mengalami kesulitan terkait PP No. 78 Tahun 2015.

Baca Juga: Beasiswa LPPD Jatim 2026 Dibuka, Siapkan Kuota Kampus Al-Azhar Mesir

"Pada tahun 2012 lalu kami telah megajukan kajian atas PP tersebut dan juga sempat ditolak. Namun kami juga masih tidak patah arang untuk terus memperjuangkan hak buruh," ungkap Soekarwo.

Dalam aksinya, pada peringatan May Day kali ini, buruh Jawa Timur membawa tuntutan tentang aturan pekerja asing yang dinilai merugikan pekerja lokal.

Jazuli, Sekretaris DPW Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jatim menyampaikan, buruh mendorong pemerintah pusat agar membatasi tenaga kerja asing. Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

"Hadirnya tenaga kerja asing ini, mengakibatkan kesempatan mendapatkan pekerjaan semakin sulit. Dan kami harapkan pemerintah mencabut kebijakan-kebijakan yang tidak pro terhadap pekerja Indonesia," tutur Jazuli saat Ditemui di sela-sela aksi, di depan kantor Gubernur Jatim, di Jalan Pahlawan, Surabaya, Selasa (1/5/2018).

Selain itu, para buruh juga mendesak Pemprov juga turut meminta agar pemerintah pusat mencabut peraturan yang dinilai menimbulkan masalah kesejahteraan dan ketimpangan.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

"Kami meminta mencabut PP No. 78 Tahun 2015. Seharusnya dalam PP tersebut pemda memberlakukan hasil survei kebutuhan hidup layak (KHL) dalam menetapkan upah minimum. Hal itu merupakan upaya untuk mengurangi disparitas upah minimum di Jatim dinilai masih timpang," urainya.

Reporter: Fahrizal Tito
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.