Minggu, 07 Jun 2026 01:35 WIB

Penertiban Satpol Surabaya Viral, Mengapa?

Kasatpol PP Kota Surabaya, Irvan Widyanto meminta pedagang di Banyu Urip menggunakan meja lipat untuk berjualan
Kasatpol PP Kota Surabaya, Irvan Widyanto meminta pedagang di Banyu Urip menggunakan meja lipat untuk berjualan

jatimnow.com - Video penertiban terhadap pedagang yang berjualan di kawasan Banyu Urip, Kecamatan Sawahan, Surabaya menjadi viral.

Dalam video berdurasi 1 menit 47 detik yang beredar tersebut, Kasatpol PP Kota Surabaya, Irvan Widyanto meminta kepada puluhan pedagang yang berjualan di sana untuk membawa pulang bedak-bedaknya saat akan menertibkan pedagang pada, Rabu (5/2).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Bapak ibu sekalian, saya ingin tempat ini bersih dulu. Supaya kampungnya kelihatan. Yang punya meja silahkan dibawa pulang. Kalau tidak dibawa pulang, saya yang akan bawa pulang," kata Irvan.

"Pak RT, Pak RW, saya gak mau tahu setelah itu pasarnya ini mejanya harus meja lipat dan dibawa pulang. Tidak numpuk seperti ini," ujar Irvan sambil meminta Camat Sawahan, M Yunus untuk menerjemahkannya ke dalam Bahasa Madura.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

Camat Sawahan, M Yunus yang menggunakan Bahasa Madura kepada para pedagang

"Sampean jek kebeter gi, nekah keng eberseih gelluh. Mun niat ajuelen jek papermanen, paham permanen. Jek dinaagi neng egientoh, sampean neser ke oreng kampong egientoh pak (Kalian jangan khawatir, ini mau dibersihkan dulu. Kalau mau jualan jangan pasang stand permanen, paham permanen? Kalau barang kalian ditinggal di sini pak, kasihan orang kampung, kampungnya jadi tidak terlihat)," kata Yunus.

"Mun sampean edinagi engientoh, kampineh lok eketelak, urusen nyareh engon ngereng keng gelek epadepak mejanah mareh gibeh mole urusen lainah mun mangken, pun buleh deggik arunding bik pak rt. (Silahkan dipinggirkan biar kampungnya terlihat. Urusan mencari nafkah silahkan. Jika sudah selesai tolong mejanya dibawa pulang. Untuk urusan lainnya, saya akan berunding dengan Pak RT," imbuhnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Jadi kalau ada apa-apa warga yang ada di kampung, bisa lewat, ambulans bisa lewat, mobil pemadam juga bisa lewat. Jadi itu untuk kepentingan lebih besar. Saya beri waktu jam 11.00 Wib, harap mejanya dibawa pulang. Lebih dari jam 11.00 Wib, maka mejanya dierahkan pada saya," lanjut Irvan.

"Anekah terjemanah padeh bik seh gelek gih, deddih mejanah egibeh mole, mangken kol sebelas toreh berseeh gih. (Artinya sama seperti tadi ya, nanti pukul 11.00 Wib, meja0mejanya harus sudah dibersihkan ya)," kata Yunus.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.