Rabu, 10 Jun 2026 13:41 WIB

Warung Bakso Korban Hoaks Daging Tikus di Madiun Berangsur Ramai

Warung bakso milik Sugeng di Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun
Warung bakso milik Sugeng di Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun

jatimnow.com - Akibat berita bohong atau hoaks daging tikus pada pentol, warung bakso di Madiun sempat bangkrut dan hanya mendapat Rp 15 ribu sehari. Namun setelah hasil uji laboratorium tidak terbukti, warung milik Sugeng itu, kembali ramai.

"Kondisi penjualan sudah lebih baik. Apalagi sudah dibuktikan oleh pihak Polres Madiun, bahwa pentol bakso yang saya jual aman untuk dikonsumsi," kata Sugeng, Senin (3/2/2020).

Baca Juga: Sempat Padam Tadi Malam, Pasokan Listrik Subsistem Ngimbang Kembali Aman

Baca juga:  

Meski begitu, Sugeng menyatakan bila warung baksonya tidak seramai dulu, sebelum ada berita hoaks tersebut. Dan berbagai cara pun ia lakukan untuk mengembalikan kepercayaan konsumen.

Sugeng, penjual bakso yang menjadi korban informasi hoaksSugeng, penjual bakso yang menjadi korban informasi hoaks

"Saya kembali promokan di mana-mana, termasuk di berbagai media sosial, agar omzet penjualan kembali naik. Kepercayaan konsumen harus dikembalikan," ungkapnya.

Baca Juga: Kolaborasi Pertamina dan Warga Ubah Sampah Jadi Nilai Ekonomi

Sementara itu, Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono juga mendatangi warung bakso yang berada di Kecamatan Pilangkenceng itu. Ia tampak gayeng menikmati bakso yang dijual Sugeng bersama sejumlah anggotanya dan dinas terkait.

Alumnus AKPOL Tahun 2000 sengaja mengagendakan makan bakso bersama di warung milik Sugeng, agar kepercayaan masyarakat kembali. Dia ingin membuktikan bahwa bakso yang dijual Sugeng sangat layak dan aman untuk dikonsumsi.

Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono saat menikmati bakso yang dijual SugengKapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono saat menikmati bakso yang dijual Sugeng

Baca Juga: PLN UPT Madiun Lakukan Perawatan Jaringan Tanpa Pemadaman

"Jadi tidak terbukti terkait isu pentol bakso berbahan daging tikus. Hasil laboratoriumnya membuktikan bahwa pentol itu tidak mengandung daging tikus, borak maupun formalin," tegasnya.

Dia menyebut bahwa peristiwa itu harus diambil hikmahnya. Semua yang diunggah ke media sosial harus dipelajari dulu, apakah merugikan orang lain atau tidak. Kalau memang menemukan kejanggalan, sebaiknya melapor ke pihak kepolisian.

"Kita ingin masyarakat tahu bahwa dampak berita yang menyesatkan itu sangat merugikan orang lain. Harapan kita agar semua masyarakat berhati-hati dalam menggunakan media sosial," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.