Senin, 27 Jul 2026 17:04 WIB

Warung Bakso Korban Hoaks Daging Tikus di Madiun Berangsur Ramai

Warung bakso milik Sugeng di Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun
Warung bakso milik Sugeng di Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun

jatimnow.com - Akibat berita bohong atau hoaks daging tikus pada pentol, warung bakso di Madiun sempat bangkrut dan hanya mendapat Rp 15 ribu sehari. Namun setelah hasil uji laboratorium tidak terbukti, warung milik Sugeng itu, kembali ramai.

"Kondisi penjualan sudah lebih baik. Apalagi sudah dibuktikan oleh pihak Polres Madiun, bahwa pentol bakso yang saya jual aman untuk dikonsumsi," kata Sugeng, Senin (3/2/2020).

Baca Juga: Sempat Padam Tadi Malam, Pasokan Listrik Subsistem Ngimbang Kembali Aman

Baca juga:  

Meski begitu, Sugeng menyatakan bila warung baksonya tidak seramai dulu, sebelum ada berita hoaks tersebut. Dan berbagai cara pun ia lakukan untuk mengembalikan kepercayaan konsumen.

Sugeng, penjual bakso yang menjadi korban informasi hoaksSugeng, penjual bakso yang menjadi korban informasi hoaks

"Saya kembali promokan di mana-mana, termasuk di berbagai media sosial, agar omzet penjualan kembali naik. Kepercayaan konsumen harus dikembalikan," ungkapnya.

Baca Juga: Kolaborasi Pertamina dan Warga Ubah Sampah Jadi Nilai Ekonomi

Sementara itu, Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono juga mendatangi warung bakso yang berada di Kecamatan Pilangkenceng itu. Ia tampak gayeng menikmati bakso yang dijual Sugeng bersama sejumlah anggotanya dan dinas terkait.

Alumnus AKPOL Tahun 2000 sengaja mengagendakan makan bakso bersama di warung milik Sugeng, agar kepercayaan masyarakat kembali. Dia ingin membuktikan bahwa bakso yang dijual Sugeng sangat layak dan aman untuk dikonsumsi.

Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono saat menikmati bakso yang dijual SugengKapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono saat menikmati bakso yang dijual Sugeng

Baca Juga: PLN UPT Madiun Lakukan Perawatan Jaringan Tanpa Pemadaman

"Jadi tidak terbukti terkait isu pentol bakso berbahan daging tikus. Hasil laboratoriumnya membuktikan bahwa pentol itu tidak mengandung daging tikus, borak maupun formalin," tegasnya.

Dia menyebut bahwa peristiwa itu harus diambil hikmahnya. Semua yang diunggah ke media sosial harus dipelajari dulu, apakah merugikan orang lain atau tidak. Kalau memang menemukan kejanggalan, sebaiknya melapor ke pihak kepolisian.

"Kita ingin masyarakat tahu bahwa dampak berita yang menyesatkan itu sangat merugikan orang lain. Harapan kita agar semua masyarakat berhati-hati dalam menggunakan media sosial," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.