Senin, 08 Jun 2026 00:21 WIB

Muhammadiyah Sikapi Munculnya Sejumlah Kerajaan di Indonesia

Ketum PP Muhamadiyah Haedar Nashir (kanan) dan Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni saat meresmikan RS Muhammdiyah di Ponorogo
Ketum PP Muhamadiyah Haedar Nashir (kanan) dan Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni saat meresmikan RS Muhammdiyah di Ponorogo

jatimnow.com - Rakyat Indonesia dihebohkan dengan kemunculan sejumlah orang yang mendirikan sebuah kerajaan dan memegang kendali kerajaan yang mereka dirikan. Ketua Umum (Ketum) Pengurus Pusat (PP) Muhamadiyah Haedar Nashir menanggapi fenomena tersebut.

Haedar mengatakan, Muhammadiyah sebagai gerakan Islam membawa pembarahuan, tentu fenomena tersebut sangat memprihatinkan.

Baca Juga: Pasien Sempat Dievakuasi Akibat Kebakaran Kantin, RSMAD Kediri Pastikan Aman

"Kami prihatin adanya kelompok-kelompok atau orang yang menisbahkan dirinya atau mengaitkan dirinya dengan kesultanan atau kerajaan dan sejenisnya," kata Haedar di sela peresmian Rumah Sakit Muhammadiyah di Ponorogo, Rabu (29/1/2020).

Menurutnya, fenomena itu membawa pada kebodohan masyarakat, apalagi jika tidak ada kehati-hatian. Dan tentu hal tersebut berisi sebuah keburukan.

"Yakni membuka peluang pada kerugian dan nanti hal-hal yang tidak diinginkan oleh pemerintah maupun masyarakat," tambahnya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Dia menyebut, gejala itu muncul dalam masyarakat yang berubah ada orang atau kelompok teralienasi dari perubahan lalu responnya aneh-aneh.

"Bahkan di media sosial, di mana berita buruk menjadi bagus. Orang cenderung jadi aneh-aneh, jadi laku dijual. Kita sangat prihatin," ungkapnya.

Baca Juga: Muhammadiyah Kota Kediri Gelar Salat Id di Stadion Brawijaya Besok, Ini Imam dan Khotibnya

Menurutnya, dari aspek spiritualitas, hal tersebut tidak menanamkan hal yang positif dan justru membuat orang menjadi milenarisme. Dia mengaku orang dihibur dengan adanya kerajaan, adanya masa depan yang baik dan gemah ripah loh jinawi.

"Padahal itu kamuflase dari atraksi orang yang ingin memperoleh tempat di masyarakat," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.