Senin, 27 Jul 2026 11:16 WIB

Hama Tikus Rusak Perkebunan Jagung di Ponorogo

Lahan jagung di Ponorogo
Lahan jagung di Ponorogo

jatimnow.com - Para petani jagung di Ponorogo kembali resah akibat hama tikus. Laporan yang diterima Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perkebunan (DPKPP) Ponorogo, sudah ada dua desa di dua kecamatan terdampak.

"Laporan kami dapat dari petani jagung di Desa Jimbe, Kecamatan Jenangan dan Desa Bancangan, Kecamatan Sambit," kata Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan DPKPP Ponorogo, Suwarni, Jumat (24/1/2020).

Baca Juga: Ratusan Prajurit TNI Turun Gunung Bangun Infrastruktur Desa di Ponorogo

Suwarni menambahkan, para petani perlu menggalakan gerakan gropyokan sarang tikus serta sejumlah langkah lainnya.

"Pada dasarnya tikus tidak hanya menyerang jagung, tapi semua jenis tanaman," ujarnya.

Menurutnya, kerugian yang dapat ditimbulkan akibat hama tikus tidak main-main. Sebab tikus bisa merusak total lahan pertanian.

Liang tikus yang berada di tengah-tengah lahan jagung di PonorogoLiang tikus yang berada di tengah-tengah lahan jagung di Ponorogo

Baca Juga: Sambut 100 Tahun, Gontor Siapkan Buku Rekam Jejak dan Kontribusi Bagi Bangsa

"Tikus bisa menyerang di berbagai fase pertumbuhan tanaman. Karenanya perlu pengendalian bersama dan berkesinambungan," paparnya.

Suwarni mengelompokkan penanganan serangan hama tikus dalam dua fase. Ketika tanaman memasuki fase vegetatif, petani bisa menggunakan umpan beracun. Ketika tanaman sudah memasuki fase generatif, petani bisa melakukan pengasapan menggunakan belerang pada liang-liang tikus.

"Memasuki fase generatif, biasanya tikus dalam masa berkembang biak," ujarnya.

Baca Juga: Vulcan Flow Ponorogo, Tawarkan Konsep Industrial Raw dan Ragam Menu Murah

Masih kata Suwarni, populasi tikus juga tumbuh dengan cepat. Kemudian tikus-tikus itu bisa dengan cepat merusak dari satu lahan ke lahan pertanian lain.

"Gropyokan perlu dilakukan secara bersama-sama di beberapa wilayah sekaligus. Supaya tikus-tikus ini tidak berpindah tempat," tambahnya.

Cara lainnya yaitu dengan membangun rumah burung hantu. Sebab populasi burung hantu di Ponorogo masih relatif banyak. Predator alami tikus itu perlu diberdayakan untuk melindungi lahan pertanian.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.