Senin, 27 Jul 2026 08:30 WIB

Program Umroh Gratis Ponorogo Berangkatkan 350 Orang Awal Tahun 2020

Para peserta Program Umroh Gratis Pemkab Ponorogo
Para peserta Program Umroh Gratis Pemkab Ponorogo

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo melanjutkan program umroh gratis untuk para kiai kampung, marbot, guru diniyah, hafiz dan tokoh masyarakat. 350 orang akan diberangkatkan ke tanah suci di awal Tahun 2020 ini.

"Umrah di Tahun 2020 ini tindaklanjut dari program umrah seribu kiai kampung, marbot, guru diniyah, hafiz dan tokoh masyarakat yang sudah dicanangkan sejak 2018," ujar Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat dan Kemasyarakatan Pemkab Ponorogo, Fadhlal Kirom, Senin (20/1/2020).

Baca Juga: Ratusan Prajurit TNI Turun Gunung Bangun Infrastruktur Desa di Ponorogo

Dia menyebut, mulai pemberangkatan perdana 2018 hingga pemberangkatan ketiga akhir 2019, Pemkab Ponorogo sudah memberangkatkan 552 orang. Ditambah awal Tahun 2020 sebanyak 350 orang, sehingga total ada 902 kiai kampung, marbot, guru diniyah, hafiz dan tokoh masyarakat yang diberangkatkan.

"Sedangkan kekurangan sebanyak 98 orang akan diberangkatkan pada tahap kedua tahun ini. Jadi Tahun 2020, ada dua kali pemberangkatan," jelasnya.

Peserta Program Umroh Gratis Pemkab PonorogoPeserta Program Umroh Gratis Pemkab Ponorogo

"InsyaAllah marbot, kiai kampung, hafiz atau guru diniyah serta tokoh masyarakat dari tiap desa memiliki kesempatan," tambah Fadhlal.

Baca Juga: Sambut 100 Tahun, Gontor Siapkan Buku Rekam Jejak dan Kontribusi Bagi Bangsa

Meski begitu, ada sejumlah kriteria yang ditetapkan oleh panitia. Salah satunya, marbot atau kiai kampung diupayakan harus yang berasal dari masjid tertua di desa masing-masing. Selain itu, lanjut Fadhlal, masjid juga diharapkan tidak dalam status sengketa dan sudah bersertifikat wakaf.

"Tahap pertama panitia dari tingkat kecamatan mengkoordinir pendaftaran ini ke desa-desa," tuturnya.

Jika data dari desa-desa sudah dihimpun kecamatan, maka data tersebut akan disodorkan ke panitia tingkat kabupaten. Nantinya, panitia tingkat kabupaten yang bertugas menyeleksi berkas tersebut.

Baca Juga: Vulcan Flow Ponorogo, Tawarkan Konsep Industrial Raw dan Ragam Menu Murah

Sementara, guru diniyah dan hafiz yang memiliki prestasi, belakangan juga menjadi prioritas.

"Segera akan dilelang kedua kalinya. Sebelumnya sudah dilelang tapi belum berhasil karena rekanan belum memenuhi kualifikasi," pungkasnya.

Masih kata Fadhlal, untuk memberangkatkan 350 orang tersebut, Pemkab Ponorogo menyiapkan anggaran sebesar Rp 8 miliar.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.