Senin, 27 Jul 2026 21:38 WIB

BSN Dorong UKM Jawa Timur Terapkan SNI

  • Penulis : Moch Rois
  • | Sabtu, 18 Jan 2020 10:18 WIB
Sosialisasi BSN terhadap pelaku UKM Jawa Timur
Sosialisasi BSN terhadap pelaku UKM Jawa Timur

jatimnow.com - Sosialisasi bertajuk 'Manfaat Standardisasi untuk Pemastian Mutu/ Keamanan Produk dan Daya Saing Industri/ UMKM' diikuti puluhan pelaku UKM di Jawa Timur digelar Badan Standardisasi Nasional (BSN) di Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC), Jumat (17/1/2020).

Kepala BSN, Bambang Prasetya memberikan pemaparan pentingnya standarisasi untuk meningkatkan daya saing UKM.

Baca Juga: Mengapa Pinjaman Sebaiknya Digunakan untuk Kebutuhan Terukur

Inisiatif ini merupakan upaya BSN dalam berkolaborasi guna mendukung pemberdayaan Usaha Kecil Menengah (UKM).

Menurutnya, salah satu langkah konkret adalah standardisasi UKM yang dapat mendorong daya saing baik di dalam maupun luar negeri.

Jumlah mereka mencapai jutaan, sehingga pemerintah dan semua pihak harus hadir untuk mendukung para pelaku UKM.

"Kita terus berupaya menciptakan role model penerapan SNI yang banyak pihak perlu diajari," kata Bambang.

Saat ini, banyak pihak yang sudah melakukan pendampingan UKM. Baik itu dari Kementrian sampai CSR berbagai perusahaan.

"Semua kelompok yang mendampingi itu harus menggiring UKM untuk memiliki SNI, biar pemasaran mereka lebih luas," jelasnya.

Apa yang telah dilakukan SETC ini sudah bagus. Mereka membina UKM sampai ke tingkat pemasarannya.

"Tinggal nambahin saja di ujung, apakah perlu di-SNI. Sehingga UKM lebih maju," ucapnya.

Jawa Timur sebagai salah satu provinsi di Indonesia dengan jumlah UKM yang sangat besar berpotensi menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Lita Machfud Arifin Raih Penghargaan Perempuan Inspiratif Jawa Timur 2026

Jawa Timur juga kerap kali mempromosikan komoditi UKM unggulannya seperti industri makanan dan minuman, tekstil dan alas kaki.

Pada awal tahun 2019, tercatat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur sebesar Rp 2.189,78 Triliun.

Menurut Bambang, potensi UKM yang ada saat ini dapat ditingkatkan lagi dengan standardisasi untuk dapat memperluas pasar dan mendapatkan kepercayaan konsumen.

Di SETC yang merupakan pusat pelatihan kewirausahaan PT HM Sampoerna Tbk (Sampoerna), tersebut, Bambang menuturkan standardisasi bertujuan untuk melindungi masyarakat konsumen, tetapi jauh lebih penting adalah bagaimana mendukung iklim usaha yang kondusif dan peningkatan daya saing antar pelaku usaha.

"Peran BSN adalah sebagai lembaga yang mendukung proses pembangunan di Indonesia baik dalam konteks pembangunan fisik, pengelolaan sumber daya alam yang efisien, serta pembangunan manusia Indonesia yang berdaya saing tinggi lewat standardisasi," ujarnya.

Saat ini, BSN secara proaktif hadir di tengah-tengah pelaku UKM untuk meningkatkan kesadaran mengenai iklim usaha yang saat ini sangat kompetitif.

Baca Juga: Survei BI Mei 2026: Indeks Keyakinan Konsumen Jatim Lampaui Nasional

"Kami memiliki banyak role model dari usaha kecil dan mikro yang didampingi BSN selama beberapa tahun sehingga sukses," lanjutnya.

Pihaknya pun berharap, melalui aktivitas di SETC ini, dapat memberikan gambaran secara jelas bagaimana standardisasi produk dapat berdampak terhadap peningkatan usaha para pelaku UKM.

Selain itu, Bambang juga mengapresiasi Sampoerna dalam upayanya memajukan UKM. Menurutnya, lewat SETC, UKM sebagai pemegang peranan kunci dalam penciptaan lapangan kerja dapat turut mendorong pertumbuhan ekonomi.

Dibutuhkan kolaborasi antar berbagai pihak agar dapat mendorong UKM memiliki daya saing tinggi, memperbesar pasar, hingga upaya mengantongi sertifikasi seperti Standar Nasional Indonesia (SNI) dan izin Produksi Industri Rumah Tangga (P-IRT).

"Pertemuan di SETC diharapkan bisa menjadi langkah maju buat UKM. Apalagi dalam era industri 4.0 ini, standardisasi memainkan peran penting dalam mendukung perdagangan antar negara. Tidak hanya bagi perusahaan besar saja, para pelaku UKM pun dapat mewarnai kegiatan ekspor, termasuk UKM dari Jawa Timur," pungkasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.