Senin, 27 Jul 2026 07:34 WIB

Melihat Kain Ecoprint Cokromenggalan, Ponorogo Karya Dwi Rianasari

Dwi Rianasari menunjukkan kain ecoprint karyanya
Dwi Rianasari menunjukkan kain ecoprint karyanya

jatimnow.com - Seiring perkembangan teknologi, teknik ecoprint, sebuah teknik pewarnaan pakaian menggunakan bahan-bahan dari alam, justru semakin diminati. Salah satu produk ecoprint, dikerjakan Dwi Rianasari, seorang guru di Ponorogo.

Di sela kesibukannya sebagai pengajar, Dwi juga menciptakan karya busana yang cantik yang ramah lingkungan. Produk ecoprint Dwi yang sehari-hari tinggal Cokromenggalan, Babadan, Ponorogo itu, dipesan hingga ke luar pulau.

Baca Juga: Ratusan Prajurit TNI Turun Gunung Bangun Infrastruktur Desa di Ponorogo

"Sudah dua tahun lalu saya tertarik dengan ecoprint dan mengerjakannya," kata Dwi saat ditemui di rumahnya, Senin (13/1/2020).

Dwi menambahkan, awalnya ia mengajak para siswanya di SMKN 2 Jiwan untuk bereksperimen dan ternyata hasilnya bagus. Dari itu, Dwi mulai memunguti daun-daun di sekitar rumahnya.

"Kemudian saya menekuninya dengan mengajak ibu-ibu di kampung saya," ujar Dwi.

Semenjak mengenal ecoprint dua tahun silam, Dwi banyak belajar seputar teknik pewarnaan tersebut secara otodidak. Dia melakukan eksperimen sendiri dalam membuat warna busana dari bahan alam.

Dwi Rianasari saat melakukan proses ecoprintDwi Rianasari saat melakukan proses ecoprint

Baca Juga: Sambut 100 Tahun, Gontor Siapkan Buku Rekam Jejak dan Kontribusi Bagi Bangsa

"Saya mengubah warna-warna sendiri. Karena ecoprint sejatinya menitikberatkan pada penerapan warna-warna alami yang bisa didapat dari sekitar. Bahwa warna pada pakaian yang cantik tidak perlu sampai harus merusak alam," ungkapnya.

Dari belajar secara otodidak, Dwi akhirnya tahu bahwa daun jati yang sudah gugur bisa memberi warna kuning tua yang eksotis. Begitu pula dengan daun jarak ulung dan jarak kepyar atau daun dari pohon tabebuya. Masing-masing bisa menghasilkan warna khas.

"Dan bahan-bahan alami itu bisa diperoleh cukup di sekitar kita, tanpa harus membeli di toko," paparnya.

Dia kemudian mulai mempraktikkan teknik ecoprint. Kain yang hendak diwarnai terlebih dahulu di-treatment khusus supaya bisa lebih mudah menyerap warna. Begitu pula daunnya, jika ingin merubah warna aslinya, misalkan dengan memberi bubuk tunjung untuk menjadikan warna lebih gelap.

Baca Juga: Vulcan Flow Ponorogo, Tawarkan Konsep Industrial Raw dan Ragam Menu Murah

"Juga bisa dengan tawas, nanti membuat warna dari daun jati menjadi ungu. Intinya, zat tanine pada daun yang kuat itulah yang bisa memberikan warna pada pakaian," terangnya.

Satu tahun merintis bisnis itu, Dwi mulai memetik hasil yang cukup lumayan. Sebab, busana ecoprint bikinannya banyak yang mencari. Dwi sukses menyulap kain yang mulanya hanya seharga sekitar Rp 100 ribu, menjadi Rp 500 ribu. Belakangan ia juga mengikutsertakan karyanya pada beberapa pameran.

"Rata-rata baru dari teman. Ada dari Solo, Jogja, Jakarta atau terjauh dari Kalimantan," tambahnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.