Jumat, 12 Jun 2026 05:16 WIB

Melihat Kain Ecoprint Cokromenggalan, Ponorogo Karya Dwi Rianasari

Dwi Rianasari menunjukkan kain ecoprint karyanya
Dwi Rianasari menunjukkan kain ecoprint karyanya

jatimnow.com - Seiring perkembangan teknologi, teknik ecoprint, sebuah teknik pewarnaan pakaian menggunakan bahan-bahan dari alam, justru semakin diminati. Salah satu produk ecoprint, dikerjakan Dwi Rianasari, seorang guru di Ponorogo.

Di sela kesibukannya sebagai pengajar, Dwi juga menciptakan karya busana yang cantik yang ramah lingkungan. Produk ecoprint Dwi yang sehari-hari tinggal Cokromenggalan, Babadan, Ponorogo itu, dipesan hingga ke luar pulau.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

"Sudah dua tahun lalu saya tertarik dengan ecoprint dan mengerjakannya," kata Dwi saat ditemui di rumahnya, Senin (13/1/2020).

Dwi menambahkan, awalnya ia mengajak para siswanya di SMKN 2 Jiwan untuk bereksperimen dan ternyata hasilnya bagus. Dari itu, Dwi mulai memunguti daun-daun di sekitar rumahnya.

"Kemudian saya menekuninya dengan mengajak ibu-ibu di kampung saya," ujar Dwi.

Semenjak mengenal ecoprint dua tahun silam, Dwi banyak belajar seputar teknik pewarnaan tersebut secara otodidak. Dia melakukan eksperimen sendiri dalam membuat warna busana dari bahan alam.

Dwi Rianasari saat melakukan proses ecoprintDwi Rianasari saat melakukan proses ecoprint

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

"Saya mengubah warna-warna sendiri. Karena ecoprint sejatinya menitikberatkan pada penerapan warna-warna alami yang bisa didapat dari sekitar. Bahwa warna pada pakaian yang cantik tidak perlu sampai harus merusak alam," ungkapnya.

Dari belajar secara otodidak, Dwi akhirnya tahu bahwa daun jati yang sudah gugur bisa memberi warna kuning tua yang eksotis. Begitu pula dengan daun jarak ulung dan jarak kepyar atau daun dari pohon tabebuya. Masing-masing bisa menghasilkan warna khas.

"Dan bahan-bahan alami itu bisa diperoleh cukup di sekitar kita, tanpa harus membeli di toko," paparnya.

Dia kemudian mulai mempraktikkan teknik ecoprint. Kain yang hendak diwarnai terlebih dahulu di-treatment khusus supaya bisa lebih mudah menyerap warna. Begitu pula daunnya, jika ingin merubah warna aslinya, misalkan dengan memberi bubuk tunjung untuk menjadikan warna lebih gelap.

Baca Juga: Gelar Sunmori, Ketua PW IKA PMII Jatim Satukan Kader 11 Daerah di Telaga Ngebel

"Juga bisa dengan tawas, nanti membuat warna dari daun jati menjadi ungu. Intinya, zat tanine pada daun yang kuat itulah yang bisa memberikan warna pada pakaian," terangnya.

Satu tahun merintis bisnis itu, Dwi mulai memetik hasil yang cukup lumayan. Sebab, busana ecoprint bikinannya banyak yang mencari. Dwi sukses menyulap kain yang mulanya hanya seharga sekitar Rp 100 ribu, menjadi Rp 500 ribu. Belakangan ia juga mengikutsertakan karyanya pada beberapa pameran.

"Rata-rata baru dari teman. Ada dari Solo, Jogja, Jakarta atau terjauh dari Kalimantan," tambahnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.