Senin, 27 Jul 2026 01:03 WIB

Bupati Saiful Ilah Ditangkap KPK, Pelayanan Masyarakat Tetap Berjalan

Pendopo Delta Wibawa Pemkab Sidoarjo (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)
Pendopo Delta Wibawa Pemkab Sidoarjo (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pendopo Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo masih tampak dijaga ketat sejumlah personel Polresta Sidoarjo dan Satpol PP setelah Bupati Saiful Ilah dan beberapa orang lain ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pantauan jatimnow.com di Pendopo Delta Wibawa, ada empat anggota Satpol PP dan puluhan polisi menjaga pintu gerbang. Beberapa wartawan yang meminta izin untuk masuk ke dalam kantor pemkab, tidak diperbolehkan.

Baca Juga: 600 Siswa SDIT El Haq Ikuti Microplastic Journey, Perkuat Sekolah Bebas Plastik

"Mohon maaf tidak bisa masuk," kata Kapolsek Sidoarjo Kota, Kompol Supiyan, Rabu (8/1/2020).

Penyidik KPK menyegel ruangan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo. Ruangan yang berada di lantai tiga Gedung Pemkab Sidoarjo itu disegel dengan tulisan 'Dalam Pengawasan KPK' yang menempel tepat di pintu warna coklat.

"Yang disegel itu ruangannya," kata Sekretaris Daerah Pemkab Sidoarjo, Achmad Zaini, Rabu (8/1/2020).

Ia menambahkan, proses pengadaan barang dan jasa tetap berjalan dan berlangsung karena itu adalah sistem yang berjalan.

"Arahan Pak Wakil Bupati Sidoarjo, kegiatan pemerintahan masih berjalan seperti biasa," ujarnya.

Baca juga:  

Baca Juga: Babak Baru Lahan Ponti Sidoarjo, PT EI Bantah Tunggakan Pajak Rp337 Juta

Masih kata Zaini, proses kegiatan di pemerintahan yang seharusnya dikerjakan di Pendopo Kabupaten Sidoarjo sementara dipindah ke Delta Karya yang masih ada di wilayah pemkab.

"Proses hukum ini kami serahkan dengan peraturan yang ada. Masyarakat tidak usah khawatir, pemerintahan tetap berjalan," tukasnya.

Informasi yang didapat, penyidik KPK juga menyegel ruang dinas kerja dan rumah dinas Bupati Sidoarjo yang berada di dalam komplek Pendopo Kabupaten Sidoarjo.

Informasi yang didapat jatimnow.com, Bupati Saiful Ilah ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) bersama ajudannya, dua kepala dinas, beberapa kabid, satu kontraktor Kepala Dinas Penanaman Modal Kabupaten Sidoarjo, dua ajudan, beberapa kontraktor dan beberapa perempuan.

Baca Juga: Indah Kurnia Ajak Warga Sidoarjo Dukung Pembangunan Berwawasan Lingkungan

Setelah di OTT sekitar pukul 19.00 Wib, Bupati Saiful Ilah dan lainnya kemudian dibawa Penyidik KPK ke Gedung Tipikor Ditreskrimus Polda Jatim untuk menjalani pemeriksaaan awal.

Setelah menjalani pemeriksaan lebih dari 6 jam, pada Rabu (8/1/2020), Bupati Saiful Ilah bersama orang-orang yang terlibat dikawal Penyidik KPK naik bus polisi menuju ke Bandara Juanda, untuk dibawa ke Gedung KPK di Jakarta.

Saat digelandang menuju bus polisi, Bupati Sidoarjo dua periode itu mengaku sehat. Dengan menggunakan masker, Saiful Ilah mengaku tidak tahu kasus apa sehingga dirinya ditangkap KPK.

"Sehat, nggak ada apa-apa. Aku dewe nggak eroh kok. (Saya sendiri tidak tahu kok)," ujar bupati yang juga kader dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.