Rabu, 22 Jul 2026 18:57 WIB

Jelang Pilkada, 231 Pejabat di Blitar Dimutasi

  • Penulis : CF Glorian
  • | Sabtu, 04 Jan 2020 13:08 WIB
Mutasi 231 pejabat di Blitar oleh Bupati Rijanto
Mutasi 231 pejabat di Blitar oleh Bupati Rijanto

jatimnow.com - Bupati Blitar, Rijanto melakukan mutasi 231 pejabat sebelum masa larangan kepala daerah memutasi pejabat berlaku pada 8 Januari 2020.

Rijanto mengaku telah menerima surat dari Bawaslu terkait aturan mutasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) enam bulan sebelum penetapan pasangan calon bagi daerah peserta Pilkada Serentak 2020.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Rotasi 6 Pejabat Pemprov Jatim, Ini Susunannya

"Saya baru saja mendapat surat dari Bawaslu. Semua daerah yang melaksanakan Pilkada Serentak untuk mengadakan mutasi enam bulan sebelum penetapan pasangan calon. Penetapan (Paslon) tanggal 8 Juli 2020," ujarnya, Jumat (3/1/2020).

"Berarti kalau ditarik kebelakang, saya punya waktu untuk bisa menata organisasi hasil seleksi termasuk penyesuaian nomenklatur paling lambat 8 Januari 2020. Saya sampaikan terima kasih atas kerja keras panitia seleksi," sambungnya.

Melalui surat Nomor 404/K.JI-03/PM.00.02/XII/2019, Bawaslu menyampaikan larangan rotasi pejabat 6 bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon sampai dengan akhir masa jabatan.

Baca Juga: Puluhan Pejabat Pemkot Probolinggo Dimutasi, Ini Harapan Wali Kota

Ini diperbolehkan jika mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Dalam Negeri dan tertuang dalam Pasal 71 Undang-Undang Nomor 10 tahun 2016 tentang pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota.

"Artinya, kepala daerah tidak boleh melakukan rotasi atau mutasi jabatan ASN terhitung mulai tanggal 8 Januari 2020. Kecuali mendapat persetujuan tertulis dari menteri (dalam negeri)," kata Ketua Bawaslu Kabupaten Blitar, Abdul Hakam Sholahuddin.

Baca Juga: Tak Terima Dimutasi, ASN di Tulungagung Tak Masuk Kantor

Hakam menambahkan, akan ada sanksi tegas bagi kepala daerah peserta Pilkada 2020 jika melanggarnya. Sanksi itu berupa pembatalan sebagai calon oleh penyelenggara pemilu.

"Dan pada Pasal 71 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 pada ayat 5, berbunyi gubernur atau wakil gubernur, bupati atau wakil bupati, dan wali kota atau wakil wali kota selaku petahana melanggar dikenai sanksi pembatalan sebagai calon oleh KPU Provinsi atau KPU Kabupaten/Kota," pungkasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.