Minggu, 07 Jun 2026 04:38 WIB

Waspadai Bencana Alam di Jatim Mulai Januari 2020

Pohon tumbang akibat hujan angin di Kediri berakibat tewasnya satu orang 9 Desember 2019
Pohon tumbang akibat hujan angin di Kediri berakibat tewasnya satu orang 9 Desember 2019

jatimnow.com - Puncak musim hujan diprediksi akan terjadi bulan Januari hingga Februari 2020. Hujan dengan curah tinggi, berpotensi meningkatnya bencana alam.

"Sesuai surat dari BMKG pada 8 November 2019 bahwa Jawa Timur memasuki musim hujan mulai November 2019. Tapi, mulai lebat di Desember. Puncak hujannya nanti di Januari sampai Februari 2020," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, Suban Wahyudino, Jumat (27/12/2019).

Baca Juga: Ruang Kelas Ambruk, BPBD Tulungagung Siapkan Tenda Darurat Untuk Belajar Siswa

Ketika memasuki musim hujan, maka potensi bencana hidrometeorologi atau bencana yang dipengaruhi oleh faktor cuaca seperti banjir, longsor, puting beliung, berpeluang terjadi.

"Memang potensi bencana hidrometeorologi mulai banjir, banjir bandang, angin puting beliung, termasuk gerakan tanah, tanah longsor itu dimulai dari hujan. Jadi pemicunya itu hujan," terang Suban.

Dari 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur, terdapat 13 kabupaten daerah masuk dalam kategori rawan bencana hidrometeorologi.

"Ada 13 kabupaten yang potensi rawan longsor. Mulai dari Magetan, Ponorogo, Trenggalek, Pacitan, Nganjuk, Malang, Lumajang atau terutama di wilayah selatan," paparnya.

Beberapa daerah sudah menerapkan sistem penanggulangan bencana. Namun menurut Suban, yang terpenting adalah kesiapan dari setiap warga.

Baca Juga: PMI Surabaya Galang Donasi Kemanusiaan lewat Bulan Dana 2026

"Edukasi masyarakat dan sosialisasi. Kita mengadakan di beberapa daerah seperti desa tangguh bencana banjir, desa tangguh bencana longsor," ujar Suban.

"Yang terpenting adalah ketangguhan masyarakat. Karena orang selamat di bencana, sekitar 35 persen adalah kemampuan dirinya sendiri," tambahnya.

Suban berharap, di Tahun 2020 tidak terjadi bencana seperti di Tahun 2017. Pada Tahun 2017 lalu, banyak terjadi bencana alam karena hujan deras akibat pengaruh badai Siklon Dahlia.

Baca Juga: Tiga Warga Blitar Terseret Arus Sungai Brantas, Satu Dinyatakan Hilang

"Mudah-mudahan tidak terulang seperti Tahun 2017, di mana hujan karena ada badai Siklon Dahlia. Nah, itu yang memporak-porandakan Pacitan, tanah longsor di Ponorogo yang meninggal dunia 28 orang, di Nganjuk 5 orang, di Jember 3 orang. Mudah-mudahan tidak seperti itu lagi," harapnya.

Suban menambahkan, sampai saat ini pihaknya belum menerima kabar dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) tentang adanya badai di Januari hingga Februari 2020.

"Belum ada gambaran dari BMKG. Mudah-mudahan tidak ada (badai)," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.