Jumat, 12 Jun 2026 15:15 WIB

Malam Tanpa Tidur Bisa Pengaruhi Tingkat Kecemasan

Cukup tidur dan kurang tidur bisa pengarusi kecemasan (Foto: Ilustrasi/jatimnow.com)
Cukup tidur dan kurang tidur bisa pengarusi kecemasan (Foto: Ilustrasi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Beberapa dari kita mengalami kesulitan tidur karena terlalu banyak berpikir sehingga membuat kelelahan pada hari berikutnya. Menurut penelitian dari University of California, ditemukan adanya korelasi antara malam tanpa tidur dan kecemasan.

Dilansir di laman Woman and Home, Rabu (11/12), penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature Human Behavior itu melibatkan sebanyak 18 orang dewasa muda. Para peserta diperlihatkan sebuah klip video yang mengaduk secara emosional.

Baca Juga: Yayasan Amway Peduli dan UC Surabaya Gelar Edukasi Kesehatan Anak Muda

Klip itu dipertontonkan sebanyak dua kali kepada peserta. Yaitu sekali setelah tidur malam penuh dan sekali setelah malam tanpa tidur. Setelah paparan klip ini, peserta diminta untuk mengukur tingkat kecemasan mereka menggunakan kuesioner.

Para peneliti menemukan hasil, ketika seseorang tidur nyenyak sepanjang malam, otak lebih mampu menenangkan pikiran cemas. Namun, malam tanpa tidur dapat membuat seseorang cemas meningkat 30 persen.

Ada juga jenis tidur yang menstabilkan pikiran cemas, yang disebut gerakan mata lambat tidur non-gelombang cepat. Dalam pemindaian otak yang terjadi setelah malam tidak tidur, korteks prefrontal medial peserta telah ditutup.

Biasanya, ini adalah bagian dari otak yang mengendalikan kecemasan. Sehingga, karena telah ditutup pada subjek yang lelah, ruang kontrol emosi yang lebih dalam dari otak terlalu aktif.

Baca Juga: Upaya Dinkes Kota Kediri Kendalikan Penyakit Paru Obstruktif Kronik dan Asma

Namun, karena jumlah peserta yang sedikit, para peneliti menyebut penelitian tambahan akan diperlukan untuk membuat temuan konklusif. Tapi ini menunjukkan bahwa obat terbaik untuk kecemasan adalah tidur malam yang nyenyak.

Penulis studi senior Matthew Walker, profesor ilmu saraf dan psikologi di Berkeley menggambarkan jenis tidur ini sebagai 'anxiolytic alami'. Jenis tidur ini dikenal sebagai penghambat kecemasan.

 

Baca Juga: Habib Usman Doakan Adies Kadir di Maulid Nabi: Dulu Kolaps, Kini Sehat

Lihat Artikel Asli

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.